• Minggu, 5 Februari 2023

Kejaksaan Agung Masih Terus Telusuri Aset Terpidana Benny Tjokrosaputro

- Kamis, 1 Desember 2022 | 19:56 WIB
Kejaksaan Agung lakukan lagi penyitaan atas aset terpidana Benny Tjokrosaputro
Kejaksaan Agung lakukan lagi penyitaan atas aset terpidana Benny Tjokrosaputro

 

SUARAKARYA.ID: Direktur Eksekusi, Upaya Hukum Luar Biasa, dan Eksaminasi pada Jampidsus Kejaksaan Agung, Undang Mugopal, menyebutkan tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat kembali melaksanakan sita eksekusi atas aset terafiliasi terpidana Benny Tjokrosaputro di Provinsi Jawa Barat terkait tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya periode 2008-2018.

“Aset yang dilakukan sita eksekusi terhadap 84 bidang tanah seluas 850.642 M2 yang terletak di Desa Pingku, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat,” kata Undang, Kamis (1/12/2022).

Sita eksekusi tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (P-48A) Nomor: Print-734/M.1.10/Fu.1/09/2021 tanggal 29 September 2021 atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 29/Pid.Sus-TPK/PN.Jkt.Pst tanggal 26 Oktober 2020 jo. putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor: 7/PID.SUS-TPK/2021/PT.DKI tanggal 26 Februari 2021 jo. putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2937 K/PID.SUS/2021 tanggal 24 Agustus 2021 atas nama terpidana Benny Tjokrosaputro.

Aset-aset yang disita eksekusi tersebut akan dilakukan pelelangan yang hasilnya dipergunakan untuk menutupi hukuman tambahan uang pengganti yang dibebankan kepada terpidana Benny Tjokrosaputro atau Bentjok.

Baca Juga: Lagi Aset Terpidana Bentjok Dieksekusi Eksekutor Untuk Tutupi Kerugian Negara Akibat Korupsi

Selain terkait Asuransi Jiwasraya yang merugikan keuangan negara begitu besar, Bentjok juga terlibat dalam kasus korupsi Asabri yang juga merugikan keuangan Negara begitu fantastis. Oleh karena itu,  tampak begitu banyak lahan asset Bentjok yang disita terkait dua perkara tersebut.

Untuk kasus Jiwasraya, Mahkamah Agung (MA) menghukum terpidana Bentjok membayar uang pengganti sejumlah Rp6.078.500.000.000 atau Rp6 triliun lebih. Untuk itulah disita asset Bentjok di berbagai tempat. Belum lagi terkait kasus Asabri.

Total aset dan nilai yang disita untuk kedua kasus ini memang belum ada secara konkrit. Terkait Jiwasraya saja telah disita eksekusi tanah seluas 130 hektare milik terpidana Bentjok di Mekawangi, Cisauk, Tangerang, Banten.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemprov NTB Sesalkan Aksi Anarkis Pembakaran Hotel

Sabtu, 4 Februari 2023 | 19:10 WIB
X