Hakim Agung Sudah Jadi Tersangka Korupsi, Kok Masih Aktif Bertugas

- Kamis, 1 Desember 2022 | 05:39 WIB
Mahkamah Agung
Mahkamah Agung

 

SUARAKARYA.ID: Penyidik KPK sudah menetapkannya sebagai tersangka, bahkan dua tersangka lain dalam kasus sama sudah dijebloskan ke dalam tahanan, tetapi nasib hakim agung Gazalba Saleh berbeda dengan tersangka korupsi pada umumnya. Selain tidak ditahan meski berstatus tersangka, dia masih saja aktif jalankan tugas.

Oleh karena itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendesak Mahkamah Agung (MA) menonaktifkannya. Boyamin menyebut Gazalba Saleh dierlakukan sama dengan tersangka KPK seperti hakim agung Sudrajad Dimyati (sudah ditahan).

"Demi persamaan keadilan semestinya Gazalba Saleh dinonaktifkan sebagaimana terjadi pada Sudrajad Dimyati yang telah dinonaktifkan setelah status tersangka di KPK," kata Boyamin, Selasa (29/11/2022).

Boyamin yang kerap menyoroti penanganan kasus-kasus korupsi menilai MA benteng terakhir keadilan. Maka dia meminta agar tidak ada perlakukan yang berbeda kepada hakim agung yang menjadi tersangka suap, gratifikasi atau korupsi.

"Semestinya MA menonaktifkan Gazalba Saleh karena MA adalah benteng keadilan, tidak boleh berbeda beda dengan Sudrajad Dimyati. Gazalba bisa diaktifkan kembali jika status tersangkanya gugur. MA terkesan pilih kasih,” ujarnya.

Baca Juga: KPK Ingatkan Gazalba Saleh Kooperatif Jika Tidak Mau Dijemput Paksa

Gazalba Saleh saat ini tengah mengajukan praperadilan di PN Jakarta Selatan. Salah satu petitumnya meminta hakim menggugurkan status tersangkanya yang disematkan penyidik KPK. “Kalau praperadilan dikabulkan bisa diaktifkan lagi. Sementara ini tersangka maka harusnya nonaktif. MA terkesan diskriminatif atau pilih kasih kalau harus menunggu putusan praperadilan," ujarnya.

KPK telah resmi mengumumkan hakim agung Gazalba Saleh (GS) sebagai tersangka korupsi berupa suap pengurusan perkara di lingkungan MA. Namun hingga saat ini Gazalba Saleh belum memenuhi panggilan KPK. Lembaga antirasuah mengimbau agar kooperatif terhadap panggilan penyidik KPK.

"KPK mengimbau GS untuk kooperatif hadir sesuai dengan jadwal pemanggilan tim penyidik," kata Jubir KPK Ali Fikri.

Hakim agung Gazalba Saleh menjadi tersangka korupsi diduga menerima suap sebesar Rp 2,2 miliar untuk memenjarakan pengurus KSP Intidana. Sementara dua orang lainnya jadi tersangka sama yaitu orang kepercayaan dan seorang hakim yustisial di MA, yaitu Prasetio Nugroho selaku hakim yustisial, panitera pengganti pada Kamar Pidana MA dan asisten hakim agung GS; dan Redhy Novarisza sudah dijebloskan ke dalam tahanan selama 20 hari ke depan terhitung sejak 28 November 2022 hingga 17 Desember 2022. Keduanya bakal mendekam masing-masing di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih dan Kaveling C1.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Advokat Adukan Majelis Hakim PTUN Serang ke MA dan KY

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:51 WIB
X