ICK Desak Kapolri Bentuk Tim Independen, Amankan Bolong Saksi Mahkota Suap Tambang Ilegal di Kalimantan Timur

- Sabtu, 26 November 2022 | 13:54 WIB
Ketua Presidium ICK Gardi Gazarin  (istimewa )
Ketua Presidium ICK Gardi Gazarin (istimewa )

 

 

 SUARAKARYA.ID:  Demi kepentingan penyelidikan fair transparan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didesak untuk membentuk tim independen. Tim yang terdiri dari penyidik gabungan itu  nantinya harus segera mengamankan Aiptu Ismail Bolong karena bersangkutan dikhawatirkan dengan ketakutan tinggi akan "menghilang" atau jiwanya kini terancam bahkan bisa "dilenyapkan" oleh orang atau kelompok yang tidak ingin Bolong menguak tabir semua keterangan setuang miliaran rupiah terkait tambang ilegal di Kalimantan Timur. Sesuai amanat Presiden pengungkapan kasus kejahatan jangan ditutupi harus terang benderang.

"Untuk itu, Kapolri harus secepatnya siapkan tim independen ungkap kasus tambang, sekaligus mengamankan Aiptu Ismail Bolong. Saksi utama tersebut dikhawatirkan dalam ketakutan tinggi lalu kabur atau hilang, karena ada orang tidak ingin dia buka tabir suap atau setoran tambang ilegal itu," kata Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) Gardi Gazarin, SH, dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

Baca Juga: Viral Ismail Bolong Setor ke Jenderal, ICK: Kapolri Harus Tegas Tindak Anggotanya yang Rusak Citra Polri

Lebih lanjut Ketua ICK menyatakan kekhawatiran itu sangat beralasan karena banyak contoh para tersangka koruptor atau terlibat kejahatan nekat kabur. "Seperti, Harun Masiku sampai kini "lenyap" tidak tahu rimbanya sejak KPK memasukkan Harun Masku sebagai daftar buronan pada 29 Januari 2020 lalu," ungkap Gardi Gazarin.

Karena itu, ICK meminta Kapolri menyelamatkan Bolong dari dua hal tersebut agar penyidik bisa memberikan kepastian terkait testimoni video Bolong yang viral dan beredarnya LHP Divisi Propam menyebut nama petinggi Polri menerima setoran bertahap bernilai miliaran rupiah dari hasil tambang ilegal di Kalimantan Timur.

Baca Juga: Dr Anwar Husin SH MH: Hoax Ismail Bolong Rusak Nama Baik Agus Andrianto & Institusi Polri

"Sejak itu, hingga kini publik tidak lagi mengetahui sejauhmana penyidikan yang dilakukan reserse Polri, bahkan masyarakat tidak tahu keberadaan Bolong saat ini. Ini menjadi kekhawatiran bersama, dan merugikan Kamtibmas karena tidak tuntasnya persoalan atau kasus yang melilit para personel Polri, sehingga perlu kepastian hukum," terang Gardi Gazarin.

Ketua ICK mendesak Kapolri fokus mengamankan Bolong dan memberi perlindungan serta menempatkannya di lokasi aman dari tekanan dan ancaman. "Sosok Bolong harus diselamatkan karena ia saksi mahkota yang bisa dikorek keterangannya demi terang benderangnya dugaan suap tambang ilegal. Kapolri wajib melindunginya dari ancaman dan bahaya sewaktu-waktu bisa saja menimpa Bolong," tegas Gardi Gazarin.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Advokat Adukan Majelis Hakim PTUN Serang ke MA dan KY

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:51 WIB
X