Mutasi Skala Besar, ICK Berharap Kapolri Utamakan Pilih Jenderal Tak Berkasus

- Jumat, 25 November 2022 | 14:14 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) (istimewa )
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) (istimewa )

SUARAKARYA.ID: Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) mendorong Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyiapkan Kamtibmas kondusif perlu segera merotasi Perwira Tinggi (Pati) baik di lingkup Mabes Polri sampai wilayah (Kapolda).

Hal ini akan menjadi harapan masyarakat tanah air tercinta menginginkan situasi lingkungan benar benar nyaman, aman dan terkendali. Polri lebih dimohon profesional dan dapat menjalankan tugas Presisi Kapolri sesuai denyut nadi Keamanan dan Ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Menjelang tahun politik 2023 diprediksi tugas Polri kian signifikan menghadapi berbagai tantangan Kamtibmas. Dengan tetap mengedepankan soliditas dan netralitas tugas di lapangan. ICK mendapat informasi layak dipercaya di Mabes Polri yang menyebutkan Kapolri akan melakukan mutasi skala besar untuk jajaran Pati di Mabes Polri dan sejumlah Kapolda.

Tentu pergeseran Pati dan Kapolda sesuai harapan masyarakat dan Presisi yang digadang-gadang Kapolri untuk menjalankan tupoksi Polri dalam memberikan Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat dapat lebih baik dan maksimal," kata Ketua Presidium ICK, Gardi-Gazarin">Gardi Gazarin, SH, dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (24/11/2022).

Baca Juga: Kadiv Humas: Mutasi Tour of Duty, Irjen Nico Promosi ke Sahli Kapolri

Rencana Kapolri merotasi posisi Pati-nya sampai jenjang perwira menengah lanjut Gardi-Gazarin">Gardi Gazarin mengungkap informasi yang diterima ICK ada sejumlah Kapolda di antaranya, Kapolda Metro Jaya, Kapolda Riau, Kapolda Sumatera Utara, Kapolda Sulawesi Selatan, Kapolda Banten.

Selain itu, penyegaran posisi jabatan d Mabes Polri karena purna tugas dan reegenerasi penempatan tugas jenderal profesional diharapkan sungguh sungguh punya track record teruji.

Mengingat tahun 2022 ini sejumlah petinggi Polri harus dicopot bahkan menghadapi pidana karena penyalahgunaan kinerja dan terlibat aksi kejahatan beragam mulai pembunuhan, beking perjudian kelalain tugas berakibat kematian tragis 156 suporter bola, bandar narkoba, mafia tambang sampai tuduhan marak perselingkuhan dan gaya hidup hedonis.

Baca Juga: Di Tengah Penanganan Kasus Tewasnya Brigadir J, Kapolri Mutasi 15 Perwira

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Advokat Adukan Majelis Hakim PTUN Serang ke MA dan KY

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:51 WIB
X