Setelah Mengadu di Propam Polri, Pihak CLM juga Laporkan Kisruh Perusahaan Tambang ke Menkopolhukam

- Kamis, 24 November 2022 | 17:37 WIB
Helmut Hermawan didampingi kuasa hukumnya mendatangi kantor Kemenko Polhukam untuk melaporkan dugaan keberpihakan aparat dalam kasus Tambang di Sulsel.  (Sadono )
Helmut Hermawan didampingi kuasa hukumnya mendatangi kantor Kemenko Polhukam untuk melaporkan dugaan keberpihakan aparat dalam kasus Tambang di Sulsel. (Sadono )

Helmut menegaskan bahwa pihaknya adalah manajemen yang sah PT CLM berdasarkan akte terakhirnya tanggal 14 September 2022 yang telah mendapatkan pengesahan dari Kemenkum dan HAM.

“Untuk itu, kami berharap aparat hukum yang menangani dan didukung pemerintah daerah setempat dapat segera menyelesaikan kisruh kepemilikan saham dan manajemen di perusahaan kami,” pinta Helmut

Citra Lampia Mandiri (CLM) adalah sebuah perusahaan dalam negeri yang berdiri sejak tahun 2007 dan bergerak di sektor pertambangan nikel laterit dmp dan merupakan perusahaan tambang dengan izin usaha penambangan (IUP) produksi sebesar 2.660 hektar atau yang terbesar di Sulawesi Selatan

Dalam pengaduannya, kuasa hukum CLM Henry Yosodiningrat mengatakan  bahwa dalam sengketa perdata itu, oknum Dirkrimsus dan Kapolres Luwu Timur secara nyata memperlihatkan “keberpihakannya" kepada salah satu pihak yang bersengketa, dalam hal ini berpihak kepada ‘PT AMI”.

Kedua oknum pejabat tersebut yang juga didampingi oleh Wakapolres Luwu Timur bersama sejumlah preman ikut mengantar dan mengawal ZAS mendatangi kantor operasi “PT CLM" di Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada tanggal 05 November 2022.

Keberpihakan itu, kata Henry Yosodiningrat, terus berlanjut ketika pada hari Senin tanggal 07 November 2022. “PT AMI” masuk ke lokasi Jetty yang dikawal dan didahului mobil polisi. Oknum polisi yang melakukan pengawalan menyatakan kepada pekerja PT CLM bahwa ZAS adalah pemilik yang sah atas PT APMR dan PT CLM .

Selanjutnya mereka bersama-sama dengan sejumlah preman memasuki kantor operasional PT CLM dengan melakukan kekerasan dan mendobrak pintu dan mengusir sejumlah karyawan yang sedang bekerja serta memecat Kepala Teknik Tambang.

Kemudian pada hari Rabu tanggal 16 November 2022, Dirkrimsus telah menerbitkan Surat Panggilan Nomor: S.Pgl/1687/XI/2022/ Ditreskrimsus perihal Surat Panggilan yang ditujukan kepada Direktur PT Indonesia Guang Ching and Stainless Steel Industry untuk menghadap Nugraha Pamungkas SIK, MH atau Kompol Salim Datang SH MH di Subdit IV Dittipidter Ditkrimsus Polda Sulsel untuk didengar keterangannya sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana pertambangan yaitu Pemegang IUP.IUPK atau SIPB yang dengan sengaja menyampaikan laporan tidak benar atau menyampaikan keterangan palsu sebagaimana diatur dalam Pasal 159 jo Pasal 111 ayat (1) UU No. 3 tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dan/ atau Pasal 263 ayat (1) KUHPidana yang terjadi di PT Citra Lampia Mandiri beralamat di Desa Harapan, Kec Malili, Kab. Luwu Timur.***

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemprov NTB Sesalkan Aksi Anarkis Pembakaran Hotel

Sabtu, 4 Februari 2023 | 19:10 WIB
X