• Selasa, 6 Desember 2022

Setelah Mengadu di Propam Polri, Pihak CLM juga Laporkan Kisruh Perusahaan Tambang ke Menkopolhukam

- Kamis, 24 November 2022 | 17:37 WIB
Helmut Hermawan didampingi kuasa hukumnya mendatangi kantor Kemenko Polhukam untuk melaporkan dugaan keberpihakan aparat dalam kasus Tambang di Sulsel.  (Sadono )
Helmut Hermawan didampingi kuasa hukumnya mendatangi kantor Kemenko Polhukam untuk melaporkan dugaan keberpihakan aparat dalam kasus Tambang di Sulsel. (Sadono )

SUARAKARYA.ID: Setelah melaporkan kasusnya ke Divisi Propam Polri, Dirut PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan melaporkan dugaan keberpihakan oknum aparat di Polda Sulsel ke Menkopolhukam.

Helmut Hermawan yang didampingi kuasa hukum Rusdianto Matulatuwa, Kamis (24/11/2022), menjelaskan timnya diterima oleh Sesmenko Polhukam Letjen TNI Teguh Pudjo Rumekso di Kantor Menkopolhukam Jalan Merdeka Barat Jakarta Pusat.

Kedatangan ke Kantor Menkopolhukam terkait laporannya yang sebelumnya telah dikuasakan kepada Henry Yosodiningrat di Divisi Propam Polri, Senin (21/11/2022) lalu, tentang dugaan ketidakprofesionalan lima anggota Polri Polda Sulsel dalam menangani kasus sengketa keperdataan mengenai kepemilikan saham PT Citra Lampia Mandiri (PT CLM) antara PT Asia Pasific Mining Resources (PT AMPR) selaku pemegang saham mayoritas di CLM dengan PT Aserra Mineralindo Investama (PT AMI).

Baca Juga: Henry Yosodiningrat Laporkan 5 Anggota Polda Sulsel karena Diduga Tidak Profesional Tangani Kasus Tambang

Kepada awak media, Helmut menjelaskan bahwa telah terjadi dugaan aksi perusakan, penyerobotan dan penganiayaan terhadap karyawan CLM yang dilakukan pihak lawan hukum perusahaan di kantor perusahaan ini di Malili dan akses penambangan CLM di Kabupaten Luwu Timur.

Aksi ilegal itu dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2022 dan 13 September 2022.

Kekisruhan di PT CLM muncul setelah PT Aserra Mineralindo Investama (PT.AMI) dh. PT. Aserra Sejahtera Investama (ASI)/PT Aserra Capital (Aserra Group) ingin membeli saham APMR pemilik mayoritas CLM.

Dalam prosesnya, perjanjian jual beli itu tidak terlaksana sesuai kesepakatan.Namun, pihak Assera merasa sudah memiliki APMR dan ingin menguasai PT CLM.

Baca Juga: Kasus Tambang Emas Ilegal Pulau Buru Terindikasi Ada Tersangka Baru

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X