• Selasa, 6 Desember 2022

KPK Dinilai Memberi Kebijakan Khusus Bagi Tersangka Gazalba Saleh dan Lukas Enembe

- Selasa, 22 November 2022 | 16:45 WIB
KPK
KPK

 

SUARAKARYA.ID: KPK adakalanya melakukan tindakan-tindakan khusus terhadap tersangka kasus dugaan korupsi. Tersangka Lukas Enembe, meski sudah berstatus tersangka tidak kunjung dijebloskan ke dalam tahanan. KPK malah terkesan member kesempatan terhadapnya untuk berlama-lama di luar tahanan.

Kendati Lukas Enembe sudah mangkir dari panggilan pemeriksaan, penyidik KPK tidak juga melakukan jemput paksa. Bahkan penasihat hukumnya ikut-ikutan mangkir dari panggilan penyidik. Entahlah berikutnya mau memenuhi panggilan atau dijemput paksa.

Tidak hanya dalam hal kasus Lukas Enembe, terkait kasus hakim agung Sudrajad Dimyati pun hakim agung Gazalba Saleh sudah ditetapkan pula sebagai tersangka. Namun sampai saat ini Gazalba Saleh tidak kunjung dijebloskan ke dalam tahanan.

Padahal, biasanya atau aturan baru yang dibuat era Ketua KPK Firli Bahuri, saat pengumuman resmi seseorang sebagai tersangka langsung disertai dengan tindakan pemaksaan memasukan tersangka tersebut ke dalam tahanan.

Namun untuk Lukas Enembe dan Gazalba Saleh aturan main baru ini seolah tidak berlaku. Gazalba Saleh belum menyusul hakim agung Sudrajad Dimyati. Demikian pula Lukas Enembe, masih diberi kesempatan seluas-luasnya berobat sekaligus dijauhkan dari ruang tahanan.

Baca Juga: Ada Petunjuk, Kemungkinan Bertambah Tersangka Terkait Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Menanggapi hal ini, terkhusus tersangka hakim agung Gazalba Saleh, Wakil Ketua KPK  Johanis Tanak mengatakan KPK belum melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap tersangka kasus korupsi hakim agung Gazalba Saleh karena hal itu tak perlu dilakukan apabila tersangka tidak berpotensi melarikan diri.

"Pencegahan itu kan seperti halnya penahanan, bersifat subjektif. Kalau memang perlu, dia tidak mau melarikan diri, untuk apa coba kita cegah," ujar Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, Senin (21/11/2022).

Demikian pula soal tak ditahannya Gazalba, dia mengatakan itu bersifat subjektif. Johanis mengatakan, bila tersangka tidak ada potensi untuk melarikan diri, tidak diperlukan penahanan. Penahanan diperlukan jika tersangka berpotensi menghalangi proses penyidikan.

"Kalau orang tidak akan melarikan diri untuk apa ditahan. Kalau dalam proses penyidikan yg bersangkutan sulit dipanggil, baru ditahan supaya memperlancar proses penyidikan," katanya. Lagi pula, ditahan atau tidaknya Gazalba Saleh ditentukan oleh penilaian penyidik.


"Kalau memang perlu ditahan kan ditahan. Penahanan itu kan subjektif. Nanti bagaimana penilaian penyidik, kemudian disampaikan kepada pimpinan untuk nanti pimpinan menyikapi," tuturnya.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X