Henry Yosodiningrat Laporkan 5 Anggota Polda Sulsel karena Diduga Tidak Profesional Tangani Kasus Tambang

- Senin, 21 November 2022 | 19:52 WIB
Pengacara Henry Yosodiningrat diwawancarai awak media seusai melapor di Divisi Propam Polri. (Sadono )
Pengacara Henry Yosodiningrat diwawancarai awak media seusai melapor di Divisi Propam Polri. (Sadono )

SUARAKARYA.ID: Sedikitnya lima anggota polisi dari  Polda Sulsel diadukan ke Divisi Propram Polri oleh pengacara Henry Yosodiningrat mewakili PT Citra Lampia Mandiri (CLM) antara PT AMPR selaku pemegang saham mayoritas di PT CLM.

Kelima anggota tersebut yakni KBP HKK (Dirkrimsus Polda Sulsel), AKBP GAH  (Wadirkrimsus), Kompol NP ( Penyidik Subdit Tipditer), Kompol SD (Penyidik Subdit IV Tipidter), serta Kapolres Luwu Timur AKBP SMMS. Mereka diduga bertindak tidak profesional dan menyalahi aturan kepolisian dalam menangani kasus sengketa keperdataan mengenai kepemilikan saham PT Citra Lampia Mandiri (PT CLM) antara PT Asia Pasific Mining Resources (PT AMPR) selaku pemegang saham mayoritas di CLM dengan PT Aserra Mineralindo Investama (PT AMI).

"Kami melaporkan ke Propam Polri, bukan Bid Propam Polda, untuk menjamin netralitas terhadap pengaduan ini. Selain ke Div Propam, pengaduan juga dilayangkan ke Karowassidik Bareskrim Mabes Polri tentang dugaan pelanggaran terhadap proses dan administrasi penyidikan yang diduga dilakukan oleh Dir Krimsus dan Wadir Krimsus Polda Sulsel beserta dua orang penyidik Subdit IV Dit Tipidter Ditkrimsus Polda Sulsel," kata Henry Yosodiningrat kepada awak media di Mabes Polri, Senin (21/11/2022).

Baca Juga: Bareskrim Polri Tetapkan 2 Korporasi Tersangka Kasus Ganjal Ginjal Akut

Dalam pengaduannya, disebutkan bahwa dalam sengketa perdata itu, oknum Dirkrimsus dan Kapolres Luwu Timur secara nyata memperlihatkan “keberpihakannya" kepada salah satu pihak yang bersengketa, dalam hal ini berpihak kepada ‘PT AMI”.

Kedua oknum pejabat tersebut yang juga didampingi oleh Wakapolres Luwu Timur bersama sejumlah preman ikut mengantar dan mengawal Zainal Abidinsyah Siregar mendatangi kantor operasi “PT CLM" di Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada tanggal 05 November 2022.

Baca Juga: Bareskrim Periksa 22 Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Jet Pribadi Hendra Kurniawan

Keberpihakan itu, kata Henry Yosodiningrat, terus berlanjut ketika pada hari Senin tanggal 07 November 2022. “PT AMI” masuk ke lokasi Jetty yang dikawal dan didahului mobil polisi. Oknum polisi yang melakukan pengawalan menyatakan kepada pekerja PT CLM bahwa Zainal Abidinsyah Siregar adalah pemilik yang sah atas PT APMR dan PT CLM .

Selanjutnya mereka bersama-sama dengan sejumlah preman memasuki kantor operasional PT CLM dengan melakukan kekerasan dan mendobrak pintu dan mengusir sejumlah karyawan yang sedang bekerja serta memecat Kepala Teknik Tambang.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Advokat Adukan Majelis Hakim PTUN Serang ke MA dan KY

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:51 WIB
X