• Selasa, 7 Februari 2023

Tim Penyidik KPK Periksa Lukas Enembe, Laskar Pemuda Merah Putih Bersatu: Itu yang Kami Harapkan

- Jumat, 4 November 2022 | 13:15 WIB
Ketua Umum Laskar Pemuda Merah Putih Bersatu Provinsi Papua, Rudi Samori . (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Laskar Pemuda Merah Putih Bersatu Provinsi Papua, Rudi Samori . (Foto: Istimewa)

SUARAKARYA.ID: Laskar Pemuda Merah Putih Bersatu Provinsi Papua menyatakan mendukung penuh Langkah-langkah yang ditempuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe.

Dukungan itu disampaikan Ketua Umum Laskar Pemuda Merah Putih Bersatu Provinsi Papua, Rudi Samori di Jayapura.

“Kami merespon positif apa yang sudah dilakukan oleh KPK. Itu yang kami harapkan. Para pemimpin di Republik ini tidak ada yang kebal hukum,” kata Rudi dalam keterangan tertulis hari Jumat (4/11/2022).

Baca Juga: Anggota DPRD Keerom Komentari Soal Biaya Kesehatan Lukas Enembe

Diketahui, Tim Penyidik KPK dan tim dokter independent dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pada Kamis, 3 November 2022 mendatangi rumah kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe di Koya Tengah, Kota Jayapura.

Menurut Kuasa Hukum Lukas Enembe, tim penyidik KPK telah memeriksa Lukas, namun pemeriksaan belum bisa dilanjutkan karena Lukas sedang dalam kondisi sakit.

Rudi mengatakan, kehadiran tim dari Lembaga antirasuah di rumah kediaman Lukas Enembe itu merupakan suatu langkah maju yang patut diapresiasi. Menurut ayah tiga anak ini, setidaknya telah terbuka ruang menuju penyelesaian kasus dugaan korupsi yang menjerat Lukas.

Baca Juga: Dukung Kemajuan Sikap Lukas Enembe, Warga Jayapura Imbau Simpatisan di Rumah Lukas Membubarkan Diri

Ruang itu, lanjut Rudi, seakan buntu selama beberapa pekan terakhir lantaran Lukas dan kelompok pendukungnya cenderung berkelit dengan berbagai dalih. Seperti tuntutan agar Lukas diperiksa di lapangan terbuka, Lukas yang tiba-tiba dikukuhkan sebagai kepala suku besar orang Papua sehingga pemeriksaan Lukas harus menggunakan hukum adat, serta rumah kediaman Lukas yang hingga kini masih dijaga ketat oleh massa pendukungnya lengkap dengan senjata tradisional seperti kampak, tombak, dan panah.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pembakaran Hotel di Lotim, Pengusaha Rugi 10 Miliar

Senin, 6 Februari 2023 | 17:51 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Sawah

Senin, 6 Februari 2023 | 17:45 WIB

Pemprov NTB Sesalkan Aksi Anarkis Pembakaran Hotel

Sabtu, 4 Februari 2023 | 19:10 WIB
X