Olah TKP Pembunuhan Brigadir J dilakukan Polres Jakarta Selatan Diintervesi Propam Polri

- Kamis, 3 November 2022 | 23:15 WIB
terdakwa Ferdy Sambo
terdakwa Ferdy Sambo

 SUARAKARYA.ID: Eks Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKPB Ridwan Soplanit mengaku terguncang saat tahu tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di Rumah Ferdy Sambo diintervensi Propam Polri.

Ridwan mengungkapkan hal itu saat bersaksi dalam sidang perkara obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Irfan Widyanto, Kamis (3/11/2022). Dia mengaku tak menyangka bakal ada intervensi dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J.

"Apa alasan nggak langsung mengamankan CCTV?" tanya penasihat hukum terdakwa Irfan Widyanto. "Pada tanggal 8 itu bagi saya problem, tantangan bagi saya. Pada saat kita sudah olah TKP dan memang merasa situasi terintervensi ya karena bukan lagi head to head orang perorang," jawab Ridwan.

Ridwan mengatakan, intervensi itu dilakukan oleh Propam Polri ketika pihaknya melakukan olah TKP. Tindakan dan langkah perwira tinggi di Propam Polri bahkan sampai mengambil barang bukti hingga saksi-saksi kala itu yang membuat pihaknya terguncang.

"Hal itu yang membuat kami sangat terguncang. Sebagai tim olah TKP dan saya sebagai Kasat Reskrim. Saya berpikir keras bagaimana saya bisa mendapatkan kembali barang bukti, terutama saksi-saksi ini untuk saya mengkroscek kebenaran investigasi lebih lanjut," tutur Ridwan.

Baca Juga: Apes, Saat Olah TKP, Mobil Patroli Satlantas Polres Tuban Ditabrak Truk Hingga Terjun ke Persawahan

Pihaknya fokus berupaya mengejar dan mengambil kembali bukti dan saksi yang diambil oleh Propam Polri. Termasuk soal pengamanan CCTV telah direncanakan timnya. "Tidak bisa mengamankan CCTV?" tanya penasihat hukum. "Sudah saya sampaikan pada saat itu kita melakukan langkah-langkah sudah jelas, pengumpulan semua sudah jelas, dan briefing awal kita sudah. Kendala kita hadapi di luar pemikiran," katanya.

Ridwan saat itu juga berbicara kepada Ferdy Sambo bahwa keberadaan CCTV dapat mempermudah penyelidikan tewasnya Brigadir J. “Pada saat saya melihat CCTV kemudian disitu ada FS saya bilang (ke FS). Kemudian setelah saya sampaijkan ke FS, saya bilang ‘Jenderal, karena ada CCTV, ini kan sangat memudahkan’,” tutur Ridwan.

Ridwan mengungkapkan dua CCTV itu berada di dapur dan mengarah ke ruang tengah yang merupakan titik Brigadir J tewas. Sementara, satu lagi di lantai atas. “Saya sudah menyampaikan untuk pengumpulan CCTV,” kata Ridwan.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Advokat Adukan Majelis Hakim PTUN Serang ke MA dan KY

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:51 WIB
X