• Rabu, 30 November 2022

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara Peringatkan Terdakwa Diduga Mafia Tanah

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 15:53 WIB
sidang kasus dugaan mafia tanah
sidang kasus dugaan mafia tanah

 

SUARAKARYA.ID: Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN)  Jakarta Utara Aloysius Priharnoto Bayuaji SH MH memperingatkan terdakwa dugaan mafia tanah dan pemalsuan dokumen pengurusan sertifikat, Kamis (6/10/2022).

Teguran keras kepada terdakwa Aspah Supriadi dan keluarganya itu lantaran terdakwa dan keluarganya terkesan tidak menghargai jalannya persidangan. Majelis hakim melihat istri terdakwa memberikan, mengantar sesuatu ke bangku terdakwa suaminya saat persidangan berlangsung.

Ketua Majelis Hakim Aloysius terlihat marah. Sebab persidangan seolah-olah main-main dan tidak dihormati terdakwa dan keluarganya. Para pengunjung sidang dengan seenaknya angkat angkat kaki. Terlebih istri terdakwa dengan sesukanya mengantar botol minuman ke kursi terdakwa saat persidangan pemeriksaan saksi berlangsung.

Secara spontan pimpinan sidang memberikan teguran keras, “Saudara terdakwa tidak bisa sesukanya dalam persidangan ini. Hukum acara persidangan mengatur jalannya persidangan, tidak boleh makan minum dalam persidangan. Kalau saudara sakit bilang kepada majelis biar ditunda sidangnya,” ujar Aloysius. 

Ada enam saksi  diperiksa terkait dugaan mafia tanah atas pemalsuan sertifikat tersebut melibatkan terdakwa Aspah yang mengaku pemilik tanah, bersama-sama dengan dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pertanahan Nasional (BPN). Para saksi tersebut merupakan saksi a charge dari Jaksa Penuntut Umum, yang tercatat dalam Berita Acara Penyidikan (BAP). 

Baca Juga: Sindikat Diduga Mafia Tanah Mulai Didudukan di Kursi Pesakitan PN Jakarta Utara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yerick Sinaga SH MH dari Kejati DKI sebelumnya mendakwa tiga terdakwa msing-masing Aspah Supriadi (swasta) yang mengaku pemilik tanah, terdakwa Muhammad Bilal dan terdakwa Eko Agus Budianto keduanya pegawai/ASN di kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Administrasi Jakarta Utara. Pegawai BPN tersebut merupakan petugas dan Panitia PTSL BPN Jakarta Utara. Sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum Erick, terdakwa dijerat dengan Pasal 263 jo Pasal 55 KUHP tentang Pemalsuan. 

Sedangkan saksi yang dihadirkan masing-masing Inah, Muhammad Arifin, Darwanto, Mahmun, Tamin, Syarifuddin. Dalam keterangannya saksi tidak melihat petugas BPN datang ke lokasi untuk melakukan pengukuran lokasi tanah.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BRI Terlibat Ungkap Kejahatan Perbankan

Selasa, 29 November 2022 | 07:09 WIB

Gadis 15 Tahun Disekap Duda Biadab Selama 3 Bulan

Senin, 28 November 2022 | 13:25 WIB
X