• Kamis, 1 Desember 2022

Menkopolhukam Apresiasi Kapolri Tegas Memasukkan Tahanan Tersangka Putri Cendrawathi

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 15:31 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD
Menkopolhukam Mahfud MD

 

SUARAKARYA.ID: Menkopolhukam Mahfud MD menyampaikan apresiasinya ke Kapolri  Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan ketegasannya memasukan ke dalam tahanan istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi, tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

"Bagus, di tengah masyarakat ada keraguan seakan-akan Polri enggak serius. Dengan penahanan itu Kapolri itu jelas sudah sangat serius sejak awal menanggapi seruan masyarakat," ujar Mahfud MD seusai mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Monumen Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2022).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjelaskan, Kapolri dan jajarannya telah melakukan rangkaian pemeriksaan terhadap tersangka hingga saksi-saksi, dan akhirnya bisa membuktikan dugaan tembak menembak tidak benar, karena yang terjadi adalah pembunuhan berencana.

"Kunci semua itu ada di Kapolri. Dijanjikan perkara itu akan segera P21, dan sekarang betul-betul P21. Masyarakat mengatakan kok tidak ditahan Putri Candrawathi, sebelum tahap dua sudah ditahan pula," ujarnya.

Baca Juga: Kapolri: Putri Candrawathi Kita Tahan untuk Permudah Proses Penyerahan Berkas Ke Kejaksaan

Penahanan istri Ferdy Sambo itu, kata Mahfud MD yang dikenal sering bicara blak-blakan,  sudah tepat dan  bisa dilakukan setelah masuk tahap memenuhi syarat untuk disidangkan atau tinggal tunggu penyerahan dokumen serta para tersangka ke Kejaksanaan Agung.

"Sebenarnya penahanan itu bisa dilakukan besok saat penyerahan barang bukti dan tersangka lalu ditahan. Tapi ini ditahan duluan agar mempermudah penyerahan," tuturnya. "Saya kira sampai saat ini Kapolri serius menangani ini, tidak ada sesuatu yang mencurigakan," kata Mahfud MD. 

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebutkan kasus pembunuhan dengan tersangka Ferdy Sambo dengan kawan-kawan merupakan perkara biasa dan tidak ada yang spesifik.

“Kasusnya jadi sorotan masyarakat karena pelakunya membedakannya. Akhirnya menjadi hal yang spesial dan menjadi sorotan masyarakat karena para pelakunya itu,” ujarnya. Meski kasusnya biasa, pihaknya (30 jaksa) dikatakan sudah siap membawa dan menggelar kasus tersebut di pengadilan.

"Persiapan sudah matang. Kita sudah siapkan 30 jaksa untuk kasus ini," ujarnya lagi.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X