• Kamis, 1 Desember 2022

Bos Minuman Keras Menghilang, Penjaga Gudang Akhirnya Seorang Diri di Kursi Persakitan

- Kamis, 29 September 2022 | 17:09 WIB
Majelis hakim PN Jakarta Utara saat periksa terdakwa penjaga gudang minuman keras
Majelis hakim PN Jakarta Utara saat periksa terdakwa penjaga gudang minuman keras

 

 

SUARAKARYA.ID:  Terdakwa kasus minuman keras berharga selangit dan rokok tanpa cukai Mahendra Subijanto hanya seorang diri duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rabu (28/9/2022). Bos atau pemilik barang puluhan miliar rupiah itu bernama Joni disebut-sebut kabur dan entah di mana melenggang kangkung.

Hal itu terungkap dalam sidang online di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (28/9/2022). Terdakwa Mahendra Subijanto dalam persidangan itu terungkap hanya sebagai penjaga gudang minuman keras dan rokok tanpa cukai di Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara.  Dia mengakui mendapatkan upah Rp25 juta dari Joni untuk menjaga gudang sampai datang yang mengambilnya sesuai petunjuk Joni.

“Jadi uang Rp25 juta sebagai upah terdakwa menjaga gudang diberikan Joni," tanya Ketua Majelis Hakim Mahmuriadin SH, Rabu (28/9/2022). Atas pertanyaan itu, terdakwa Mahendra Subijanto membenarkannya.

Baca Juga: Bea Cukai Surakarta Ungkap Pembuatan Miras Merek Impor Palsu

Mengenai barang yang diduga selundupan itu, disebutkan Mahendra didatangkan Joni dari Batam.  Untuk minuman keras berbagai merek terkenal itu dibawa lewat darat menggunakan truk. Demikian juga rokoknya.

Namun Mahendra Subijanto mengaku tidak tahu persis apakah minuman keras berkadar alkohol tinggi itu dari luar negeri atau dari dalam negeri saja. Yang diketahuinya minuman keras itu mahal-mahal harganya.

Meski dapat upah cukup besar, Mahendra mengaku kepada majelis hakim bahwa dirinya menyesal menjadi penjaga gudang barang-barang bermasalah.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X