Bola Panas Penahanan Putri Chandrawathi Bakal Segera Sampai di Jampidum Kejaksaan Agung

- Rabu, 28 September 2022 | 22:38 WIB
Jampidum Kejaksaan Agung Dr Fadil Zumhana
Jampidum Kejaksaan Agung Dr Fadil Zumhana

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana mengatakan bahwa berkas perkara Ferdy Sambo cs telah kembali diterima Kejaksaan Agung.  "Perkara FS, pertama untuk perkara melanggar Pasal 338 KUHP dan 340 KUHP. Empat perkara sudah diterima kembali berkasnya pada Rabu tanggal 14 September 2022," demikian Ketut  Sumedana, Jumat (16/9/2022).

Tersangka pembunuhan berencana Brigadir J tercatat  lima orang. Kelima tersangka itu yakni, Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (istri FS), Bharada RE, Bripka RR dan Kuat Ma'ruf.

Baca Juga: Penahanan, Gapenta Berharap Bareskrim Polri Terbitkan Surat Perintah Penahanan

Sementara itu, diperoleh informasi bahwa Polri/penyidik akan menyerahkan tersangka Ferdy Sambo Cs, berkas dan  barang bukti kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J berikut  obstruction of justice pada Senin (3/10/2022) mendatang.

"Rencana pelimpahan tahap II akan dilaksanakan penyerahan tersangka serta barang bukti Senin, tanggal 3 Oktober 2022," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Rabu (28/9/2022).

Penyerahan tersebut akan dilakukan di Bareskrim Polri. Kalau  ada perubahan, hal tersebut akan disampaikan. “Untuk tempat penyerahannya direncanakan di Bareskrim," tuturnya.

Sementara itu,  eks pegawai KPK, Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang  menjadi tim pembela Ferdy Sambo  dan Putri Candrawathi. “Ini  pilihan profesional kami sebagai advokat. Tentu saja apabila kami berbicara soal profesional menjadi advokat sekaligus berbicara dari segi etis," kata Febri Diansyah, Rabu (28/9/2022) .

Seluruh pengalamannya selama ini, kata Febri,  jadi proses belajar dalam pengalaman kerja dan interaksi mempengaruhi bagaimana dia menjadi kuasa hukum saat ini. “Dalam artian misalnya aspek objektivitas bagaimana kami menjaga integritas dalam proses peradilan itu adalah bagian yang krusial yang pasti akan kami jaga. Jadi saya sejak tidak di KPK lagi akhir 2020, saya menjadi advokat bersama dengan teman-teman. Kami punya beberapa pilihan-pilihan dan kesadaran profesional," ujar mantan Jubir KPK itu.

Baca Juga: Untuk Kepentingan Penyidikan, KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Terbit

Febri Diansyah mengungkapkan tidak ada dorongan dari pihak manapun ketika menjadi tim kuasa hukum Putri Chandrawati.  Dalam kesempatan yang sama, Rasamala mengatakan bahwa keputusan untuk menjadi tim kuasa hukum ini merupakan keputusan independen dan tidak ada kaitannya dengan dorongan pihak manapun. “Ini keputusan independen dalam konteks profesi kami sebagai seorang advokat," tuturnya.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Advokat Adukan Majelis Hakim PTUN Serang ke MA dan KY

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:51 WIB
X