Terpidana Mafia Tanah Handoko Lie Serahkan Diri Setelah Enam Tahun Sembunyi

- Selasa, 27 September 2022 | 10:34 WIB
Tim Tabur Kejaksaan Agung sedang mengurus administrasi eksekusi  terpidana Handoko Lie
Tim Tabur Kejaksaan Agung sedang mengurus administrasi eksekusi terpidana Handoko Lie

 

SUARAKARYA.ID: Terpidana mafia tanah yang melibatkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Handoko Lie yang dapat bersembunyi selama enam tahun dari incaran eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Agung.

Ketut Sumedana mengungkapkan, Handoko Lie melarikan diri ke Singapura dan menetap di Malaysia selama enam tahun.

"Terpidana yang tadinya sudah dimasukan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) langsung dieksekusi, " kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Dr Ketut Sumedana, Senin (26/9/2022).

Dasar eksekusi Handoko Lie yaitu putusan Mahkamah Agung Nomor: 1437 K/ Pid.sus/2016. Dia dijatuhi pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar serta membayar uang pengganti Rp187.815.741.000.

"Terpidana  dieksekusi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Selanjutnya direncanakan akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Salemba untuk menjalani hukuman pidananya," tuturnya.

Baca Juga: Satgas 53 dan Tim Tabur Kejaksaan Agung Ringkus Tiga Orang Ngaku Jaksa dan Terpidana Buron

Terpidana Handoko Lie terlibat dalam kasus lahan atau menjadi mafia tanah. Dia menyerobot dua blok lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero), di Jalan Jawa, Gang Buntu, Medan, Sumatra Utara.

"Tanah itu digunakan oleh terpidana untuk membangun properti berupa apartemen, mal, serta rumah sakit. Perbuatannya tersebut merugikan keuangan negara kurang lebih Rp187 miliar," tutur Ketut.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pembakaran Hotel di Lotim, Pengusaha Rugi 10 Miliar

Senin, 6 Februari 2023 | 17:51 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Sawah

Senin, 6 Februari 2023 | 17:45 WIB
X