Penyidik KPK Kembangkan Kasus Suap SD ke Mafia Peradilan Lainnya di MA

- Minggu, 25 September 2022 | 11:33 WIB
Mahkamah Agung
Mahkamah Agung

Hakim agung Sudrajad Dimyati (SD) ditetapkan sebagai tersangka bersama sembilan orang lainnya oleh penyidik KPK. Diawali operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Semarang dan Jakarta, SD yang ketika mengikuti uji kepatutan dan kelayakan sebagai hakim agung di DPR sempat disebut-sebut dipergoki menyiapkan amplop diduga untuk meloloskannya sebagai hakim agung.

Selain SD yang dikenal “pelit” bicara sama pers, sembilan tersangka suap yakni Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu (ETP), Desy Yustria (DY) selaku PNS pada Kepaniteraan MA, dan Muhajir Habibie (MH) selaku PNS pada Kepaniteraan MA.

Baca Juga: Surati Presiden Jokowi, Empat Terpidana Beberkan Dugaan Mafia Peradilan Di MA

Berikutnya dua PNS MA bernama Redi (RD) dan Albasri (AB), lalu dua pengacara bernama Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES), serta dua Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

Selanjutnya Elly Tri Pangestu, Desy Yustria, Muhajir Habibie, Redi, dan Albasri diduga menerima sejumlah uang dari Heryanto Tanaka, Ivan Dwi Kusuma Sujanto, Yosep, dan Eko Suparno. Suap diduga berkaitan dengan upaya kasasi di MA atas putusan pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana.

Tim KPK menyita barang bukti uang yang diduga suap senilai  205.000 dolar Singapura dan Rp50 juta. Uang 205.000 dolar Singapura itu diamankan saat tim KPK menangkap Desy Yustria di kediamannya. Sementara uang Rp50 juta diamankan dari Albasri yang menyerahkan diri ke Gedung KPK.

Atas perbuatannya, Heryanto Tanaka, Ivan Dwi Kusuma Sujanto, Yosep, dan Eko Suparno yang diduga sebagai pihak pemberi dipersalahkan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara Sudrajad Dimyati, Elly, Desy Yustria, Muhajir Habibie, Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri yang diduga sebagai penerima dijerat dengan Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. ***

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Advokat Adukan Majelis Hakim PTUN Serang ke MA dan KY

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:51 WIB
X