• Sabtu, 1 Oktober 2022

Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna Beri Warna Tersendiri dalam Setiap Aksi Demo

- Jumat, 23 September 2022 | 14:01 WIB
Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna  (istimewa )
Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna (istimewa )

SUARAKARYA.ID:  Ada hal unik yang terekam dari keriuhan unjuk rasa kenaikan BBM di Jakarta. Terpantau, puluhan anggota Kepolisian berbaris mengenakan peci putih dan balutan surban di leher. Mereka adalah Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna. Pasukan ini mendapat tugas khusus dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran untuk memberi kesejukan selama aksi massa berlangsung.

Fadil Imran mengungkapkan, keberadaan pasukan Basmalah dan Asmaul Husna mempunyai tugas penting untuk mengondisikan massa aksi. Mereka bertugas menebarkan kasih sayang kepada pendemo. Selama aksi berlangsung, pasukan ini akan terus senantiasa melantunkan Asma-Asma Allah dan bait-bait doa yang menyejukkan. “Semoga lantunan doa kami diijabah oleh Allah. Agar pendemo pulang dengan selamat dan tidak ada anarkisme aksi selama unjuk rasa,” ungkap Fadil, dalam keterangan yang diterima SK.id, Jumat (23/9/2022).

Baca Juga: Wacana Geser Titik Demo dari Patung Kuda Ke Monas , Kapolda Metro Siapkan Soundsystem Berkekuatan 30 Ribu Watt

Dengan mengumandangkan Basmalah, lanjut Fadil, diharapkan petugas lapangan dan massa aksi bisa mencerna kandungan makna yang terkandung di dalamnya. Karena lafaz Bismillah terdapat terkandung nama-nama Allah. Antara lain, Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Yang berarti maha pengasih serta penyayang. “Secara tersirat petugas kepolisian berusaha memberikan pelayanan, ketertiban dan keamanan yang selaras dengan sifat-sifat Allah tersebut. Yakni penuh kasih dan sayang kepada massa aksi,” tutur Kapolda yang pernah menjabat Kapolda Jatim tersebut.

Baca Juga: Sempat Tegang, Aksi Demo Driver Ojol dan Elemen Buruh Berlangsung Terkendali

Fadil mengatakan, seluruh anggota Polda Metro Jaya berkomitmen akan selalu menebarkan kebaikan di tengah pengamanan unjuk rasa. Pesan-pesan kasih sayang serta menyejukkan adalah salah satu upaya kepolisian agar massa aksi bisa lebih cair. Sehingga suasana demo berjalan aman dan tuntutan massa aksi tersampaikan dengan baik. “Upaya pasukan Basmalah dan Asmaul Husna sangat efektif. Tidak ada tindakan represif sedikitpun selama aksi. Terima kasih atas kerja sama seluruh petugas dan teman-teman pendemo,” ungkapnya.

Fadil menekankan, agar semua stakeholder aksi selalu bertindak kooperatif. Agar tidak ada lagi kericuhan saat demo berlangsung. Semua akan berjalan baik dan aman jika aturan dan kewajiban selama aksi terus digalakkan. Lewat lantunan Basmalah ini, Fadil berharap tidak ada lagi permusuhan dan dendam antara petugas dan masyarakat. “Kami disumpah oleh negara untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Bukan hanya bagi para pendemo, tetapi seluruh masyarakat. Memberi kenyamanan dan keamanan di lingkungan masyarakat,” ungkap Fadil.

Terpisah, Koordinator Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna Polda Metro Jaya Muhammad Rofii Mukhlis menuturkan bahwa masyarakat dipersilahkan menyampaikan aspirasinya. Karena itu adalah hak dan pelayanan yang telah diatur undang-undang. Yang terpenting dari itu, setiap aksi harus selalu berlandaskan Ukhuwah Wathaniyah, Basyariyah dan Islamiyah. Karena bagi rofii, baik Polri dan masyarakat hakikatnya adalah saudara. “Bacaan Basmalah ini adalah ijazah dari KH. Azaim Ibrahimy dari guru-gurunya. Semoga bacaan ini bisa menjadi bacaan rutin terutama di institusi kepolisian yang beragama Muslim ketika akan dan sedang bertugas,” harap Rofii. ***

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kapolri : 3 Kapolda Tidak Terlibat Kasus Ferdy Sambo

Jumat, 30 September 2022 | 18:18 WIB

Kuasa Hukum Lianawati Surati MARI, Ini Alasannya

Kamis, 29 September 2022 | 17:07 WIB
X