• Kamis, 8 Desember 2022

Dua Dari Tiga Tersangka Korupsi di PT Waskita Beton Precast Tbk Dijebloskan ke Dalam Tahanan

- Jumat, 23 September 2022 | 05:13 WIB
dua tersangka digiring menuju mobil tahanan
dua tersangka digiring menuju mobil tahanan

Tersangka H dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 22 September 2022 s/d 11 Oktober 2022, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Prin-44/F.2/Fd.2/09/2022 tanggal 22 September 2022.

Sedangkan tersangka JS tidak dilakukan penahanan karena tengah menjalani eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat dalam perkara kasus korupsi terkait pelaksanaan subkontrak fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

Ketut Sumedana menyebutkan kasus itu terjadi dengan dalih terlibat pembangunan jalan Tol Semarang-Demak. Tersangka H selaku Direktur Utama PT Misil Mulia Metrical (PT MMM) pada sekitar September 2019 bertemu dengan JS selaku Direktur PT Waskita Beton Precast Tbk dan AW selaku Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk guna menawarkan pekerjaan terkait pembangunan jalan Tol Semarang-Demak senilai Rp341.692.728.000,- dengan syarat PT. Waskita Beton Precast Tbk menyetorkan sejumlah uang kepada PT Misil Mulia Metrical (PT MMM).

Pada tanggal 18 Desember 2019 ditandatangani Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : 003/M3-SPK/XII/2019 tanggal 18 Desember 2019 senilai Rp.341.692.728.000,- untuk pekerjaan konstruksi jalan tol Semarang-Demak yang ditandatangani oleh H dan AW.

Baca Juga: Penyidik KPK Terus Dalami Proyek Fiktif Di PT DI Dan Waskita Karya

Atas permintaan tersangka H kepada JS dan AW, maka disetorkan sejumlah dana agar PT Waskita Beton Precast Tbk dapat mengerjakan pekerjaan jalan Tol Semarang-Demak. Untuk itu PT Waskita Beton Precast Tbk melalui JS dan AW menyanggupi untuk menyediakan sejumlah dana.

Agar PT Waskita Beton Precast Tbk  dapat mengeluarkan sejumlah uang tersebut, tersangka H memerintahkan MF selaku Manager Operasional PT MMM untuk membuat Administrasi Penagihan Fiktif kemudian diajukan kepada PT Waskita Beton Precast Tbk untuk diproses pembayarannya oleh PT Waskita Beton Precast Tbk.

Selanjutnya KJH selaku General Manager Penunjang Produksi PT Waskita Beton Precast Tbk memerintahkan saksi C membuat Surat Pemesanan Fiktif senilai Rp27 miliar dan memerintahkan staf SCM membuat Berita Acara Overbooking Material fiktif untuk BP Lalang dan BP Tebing Tinggi.

Pada tanggal 25 Februari 2020, PT Waskita Beton Precast, Tbk. mentransfer uang sejumlah Rp16.844.363.402 ke rekening PT MMM pada Bank Mandiri KCP Jakarta Angkasa. Uang yang telah ditransfer ke rekening PT MMM tersebut sedianya dipergunakan untuk membayar setoran modal ke konsorsium PT Pembangunan Perumahan Semarang-Demak. Kenyataannya uang tersebut digunakan secara pribadi oleh tersangka H.

Para tersangka masing-masing punya peranan menggerogoti keuangan negara. Tersangka KJH membuat kontrak fiktif pengadaan batu split dengan PT Misi Mulia Metrical (PT MMM); memerintahkan staf SCM membuat Berita Acara Overbooking Material fiktif untuk BP Lalang & BP Tebing Tinggi; memerintahkan staf SCM memproses dokumen penagihan fiktif dari PT Misi Mulia Metrical (PT MMM).

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bom Bunuh Diri Kembali Terjadi di Bandung

Rabu, 7 Desember 2022 | 10:34 WIB

Kantongi Sabu, Petani Sumbawa Diringkus

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:56 WIB
X