• Senin, 3 Oktober 2022

Dua Dari Tiga Tersangka Korupsi di PT Waskita Beton Precast Tbk Dijebloskan ke Dalam Tahanan

- Jumat, 23 September 2022 | 05:13 WIB
dua tersangka digiring menuju mobil tahanan
dua tersangka digiring menuju mobil tahanan

 

SUARAKARYA.ID: Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung kembali menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di PT Waskita Beton Precast Tbk, Kamis (22/9/2022). Para tersangka langsung dijebloskan ke dalam tahanan guna kepentingan proses penyidikan.

Dengan ditetapkan KJH, H dan JS sebagai tersangka, maka jumlah tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini menjadi tujuh orang yaitu tersangka AW, tersangka AP, tersangka BP, tersangka A, tersangka KJH, tersangka H dan tersangka JS.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Dr Ketut Sumedana mengatakan, dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan  atau penyelewengan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast, Tbk terjadi tahun 2016 s/d 2020.

Dia menyebutkan KJH selaku pensiunan karyawan BUMN PT Waskita Beton Precast ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Prin-54/F.2/Fd.2/09/2022 tanggal 22 September 2022 dan Surat Penetapan Tersangka (PIDSUS-18) Nomor: TAP-49/F.2/Fd.2/09/2022 tanggal 22 September 2022.

Pengusaha berinisial H selaku Wiraswasta (Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical), ditetapkan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Prin-55/F.2/Fd.2/09/2022 tanggal 22 September 2022 dan Surat Penetapan Tersangka (PIDSUS-18) Nomor: TAP-50/F.2/Fd.2/09/2022 tanggal 22 September 2022.

Sedangkan JS selaku Direktur Utama PT Waskita Beton Precast, ditetapkan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Prin-48/F.2/Fd.2/08/2022 tanggal 04 Agustus 2022 dan Surat Penetapan Tersangka (PIDSUS-18) Nomor: TAP-45/F.2/Fd.2/08/2022 tanggal 04 Agustus 2022.

Baca Juga: Kejaksaan Agung Jebloskan Empat Petinggi PT Waskita Beton Precast Tbk ke Dalam Tahanan

Untuk menghindarkan dihilangkan barang bukti sekaligus mempercepat proses penyidikan, dua tersangka dilakukan penahanan. Tersangka KJH dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 22 September 2022 s/d 11 Oktober 2022, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Prin-38/F.2/Fd.2/09/2022 tanggal 22 September 2022.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketua DPR Minta Peristiwa Kanjuruhan Diselidiki

Minggu, 2 Oktober 2022 | 14:51 WIB

Kapolri : 3 Kapolda Tidak Terlibat Kasus Ferdy Sambo

Jumat, 30 September 2022 | 18:18 WIB
X