Penasihat Hukum RR Sebutkan Klien Dibriefing Dulu Ferdy Sambo Dengan Skenario Pembunuhan Versinya

- Jumat, 16 September 2022 | 22:44 WIB
advokat Erman Umar
advokat Erman Umar

 

 SUARAKARYA.ID: Sampai saat ini penasihat hukum tersangka Bripka Ricky Rizal (RR), Erman Umar, mengaku tidak tahu apa alas an dan dasar penyidik menetapkan kliennya sebagai tersangka pelaku pembunuhan berencana (340 KUHP).

RR tidak tahu menahu apa yang terjadi antara Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J dengan PC atau dengan PC dengan KM. Tersangka RR juga tidak ikut menembak Brigadir Yoshua, termasuk merencanakan pembunuhan Brigadir J.

Menurut Erman Umar di PN Jakarta Utara, Kamis (15/9/2022), RR atau kliennya hanya mengamankan pistol Brigadir J sejak dari Magelang. Hal itu dilakukan karena KM sempat menodongkan senjata tajam terhadap Brigadir J dan mengancam akan membunuh Yoshua.

“Saya takut Yoshua sakit hati atas sikap KM lantas ditembak. Sebelum itu terjadi, maka saya amankan senjata api Brigadir J,” demikian RR sebagaimana ditirukan Erman Umar.

Advokat senior itu juga mengungkapkan bahwa kliennya sempat debriefing dan dikumpulkan Irjen Ferdy Sambo seusai pembunuhan Brigadir Yoshua. “Di situlah ditawarkan uang Rp 500 juta itu, ya boleh jadi sebagai upah tutup mulut. Tetapi uang itu baru akan diserahkan setelah perkaranya SP3. Jadi, belum ada terealisasi,” ungkap Erman Umar.  

Dia mengaku bahwa kliennya sempat diperiksa di Polres Jakarta Selatan terkait tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Pemeriksaan tersebut dilakukan tak lama setelah Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas bekas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Tidak hanya RR, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, sopir pribadi istri Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf juga diminta Ferdy Sambo agar hadir di Polres Jakarta Selatan.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Brigadir J, Arahan Kapolri Diabaikan Irjen Sambo dan Anak Buahnya

“Tetapi, kata klien, pemeriksaan dirinya, Bharada E, dan Kuat Ma'ruf di Polres Metro Jakarta Selatan terkait persitiwa di Duren Tiga hanya formalitas belaka. Tidak ada proses tanya jawab antara penyidik dengan para terperiksa,” katanya.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pembakaran Hotel di Lotim, Pengusaha Rugi 10 Miliar

Senin, 6 Februari 2023 | 17:51 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Sawah

Senin, 6 Februari 2023 | 17:45 WIB
X