• Kamis, 8 Desember 2022

Diduga Lakukan Penipuan, Jaksa Tuntut Suami Istri Selama 42 Bulan Penjara

- Jumat, 26 Agustus 2022 | 14:14 WIB
sidang kasus penipuan dengan terdakwa suami istri
sidang kasus penipuan dengan terdakwa suami istri

SUARAKARYA.ID: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ari Sulton Abdulah SH dan Andrian SH MH menuntut pasangan suami istri (Pasutri) Muhammad Indra dan istrinya, Sonya Alowei, selama tiga tahun enam bulan atau 42 bulan penjara.

Pasalnya, kedua terdakwa diduga melakukan penipuan berkedok pembiayaan proyek pemerintah berupa alat kesehatan dan obat-obatan di Ternate, Maluku Utara. Proyek tersebut tidak ada namun kedua terdakwa meminta bantuan modal dengan iming-iming keuntungan begitu besar sehingga korbannya tertarik.

“Kedua terdakwa (pasangan suami istri) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar hukum sebagaimana dakwaan Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP),” kata JPU dalam requisitornya.

Pembuktian perbuatan kedua terdakwa tersebut, menurut JPU, berdasarkan fakta-fakta hukum, alat bukti, barang bukti dan keterangan para saksi yang dihadirkan dan keterangan terdakwa yang disampaikan di dalam persidangan.

Baca Juga: Tipu Penjual Sapi, Seorang Kades Di Magetan Diamankan Polisi  

Menurut JPU, terdakwa telah merugikan korban pasangan suami istri Chong Suzana dan Aliansyah sebesar Rp 3,3 miliar, dan Susi sebesar Rp 800 juta.

Kedua terdakwa dalam persidangan dinilai JPU member keterangan berbelit-belit dan tidak menunjukan ada niat atau itikad baik untuk mengembalikan uang korban. Hal itu dimasukan JPU sebagai hal yang memberatkan. Sementara hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum.

Jaksa mengungkapkan bahwa penipuan yang dilakukan kedua terdakwa tersebut ditengarai dipersiapkan sedemikian rupa sehingga sempat ikut komunitas keagamaan.  Dengan keikutsertaan itu mereka dinilai lebih mudah mengelabui korbannya sehingga mau memberikan suntik modal pembiayaan proyek di Pulau Sula, Ternate.

Proyek berupa pengadaan alat kesehatan, mobil ambulans dan proyek kesehatan lainnya. Dengan iming-iming memberikan keuntungan 20 hingga 30 persen, mendorong korban mau memberikan dana proyek yang dijanjikan terdakwa Muhammad Indra. Sementara istrinya berperan membantu membujuk korban.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bom Bunuh Diri Kembali Terjadi di Bandung

Rabu, 7 Desember 2022 | 10:34 WIB

Kantongi Sabu, Petani Sumbawa Diringkus

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:56 WIB
X