Sehat Lagi, Tersangka Surya Darmadi alias Apeng Kembali Diperiksa dan Dimasukkan ke Rutan Salemba

- Jumat, 26 Agustus 2022 | 19:17 WIB
Surya Darmadi saat dilarikan ke rumah sakit
Surya Darmadi saat dilarikan ke rumah sakit

SUARAKARYA.ID: Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung memeriksa kembali pemilik PT Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng di Rutan Salemba terkait kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Selasa (23/8/2022).

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Dr Ketut Sumedana menyatakan tersangka kasus dugaan korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp78 triliun itu sudah sehat dan kembali ke ruang tahanan. ”Kembali lagi jalani pemeriksaan,” tutur Ketut Sumedana.

Rabu, 24 Agustus 2022,  Surya Darmadi akan menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. “Dijadwalkan yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka, kelanjutan dari pemeriksaan sebelumnya,” kata Ketut.

Surya Darmadi sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka bersama Bupati Kabupaten Indragiri Hulu periode Tahun 1999 sampai dengan 2008 Raja Thamsir Rachman (RTR). Selain itu, Kejaksaan Agung juga menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Terkait kasus penyerobotan lahan, negara diduga mengalami kerugian perekonomian hingga Rp 78 triliun akibat ulah Surya Darmadi. Hal itu terjadi, karena PT Duta Palma Group yang dikelola Surya sampai dengan saat ini tidak memiliki izin pelepasan Kawasan Hutan dan HGU serta tidak pernah memenuhi kewajiban hukum untuk menyediakan pola kemitraan sebesar 20 persen dari total luas areal kebun yang dikelola sebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 11 Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2007.

Baca Juga: Penyidik Kejagung Sita Lagi Aset Tersangka Konglomerat Surya Darmadi Nilai Puluhan Miliar Rupiah

Untuk menutupi kerugian negara yang begitu besar itu, penyidik Kejaksaan Agung tentu saja intensif melakukan penelusuran aset-aset milik tersangka Surya Darmadi, pemilik PT Duta Palma Group yang berada di Kalimantan Barat (Kalbar), Jambi, dan Batam.

“Saat ini juga tim telah melakukan pelacakan terhadap aset-aset tersangka di Kalbar, Jambi, dan Batam,” kata Ketut Sumedana.

Dia menjelaskan, penyidik  terus memburu aset-aset tersangka Surya Darmadi setelah sebelumnya menyita 32 aset di berbagai provinsi di Tanah Air. “Telah melakukan penyitaan terhadap 32 aset, terdiri18 aset di Jakarta, 12 aset di Riau, dan 2 aset di Bali. Yang terakhir hotel di Bali,” ujarnya.

Kejagung menetapkan Surya Darmadi selaku pemilik PT Duta Palma Group dan Raja Thamsir Rachman selaku Bupati Kabupaten Indragiri Hulu periode 1999–2008 sebagai tersangka terkait aktivitas PT Duta Palma Group di Inhu, Riau.

Atas perbuatannya itu, bekas Bupati RTR dipersalahkan melanggar  primair Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga: Tim Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung Blokir Rekening & Sita Sejumlah Aset Tersangka Korupsi SD

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pembakaran Hotel di Lotim, Pengusaha Rugi 10 Miliar

Senin, 6 Februari 2023 | 17:51 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Sawah

Senin, 6 Februari 2023 | 17:45 WIB
X