• Rabu, 28 September 2022

Saor Siagian dan Kamarudin Simanjuntak Berharap Timsus Tetapkan Lagi Tersangka Baru

- Sabtu, 20 Agustus 2022 | 08:14 WIB
Koordinator TAMPAK Saor Siagian
Koordinator TAMPAK Saor Siagian

 

SUARAKARYA.ID: Penasihat hukum keluarga Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak, dan Koordinator Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (TAMPAK) Saor Siagian sama-sama berpendapat belum puas dengan ditetapkannya istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, sebagai tersangka pembunuhan berencana.

Alasan Kamarudin dan Saor masih ada beberapa orang lagi yang seharusnya dijadikan tersangka. Walau bukan sebagai pembunuh berencana (340 KUHP), 338 KUHP atau ikut serta, peran orang-orang tersebut dinilai baik oleh Saor maupun Kamarudin berpengaruh besar dalam pengungkapan kasus pembunuhan tersebut.

“Oknum advokat pun seharusnya dijadikan tersangka dalam kasus ini. Dia bisa juga menghalangi penyidikan apalagi dengan begitu gencarnya dia menyebar hoax,” kata Kamarudin, Jum'at (19/8/2022).

Sedangkan Koordinator TAMPAK Saor Siagian yang begitu mengapresiasi hasil kinerja tim khusus (Timsus) Bareskrim Polri, mengaku akan semakin nyaman sekiranya penasihat pembuat skenario peembakan Brigadir J ditetapkan pula sebagai tersangka.

Baca Juga: TAMPAK Laporkan Ferdy Sambo ke KPK Terkait Dugaan Percobaan Penyuapan

Saor menilai akibat ulah pembuat skenario citra institusi Polri jadi semakin terpuruk. Pendapat kurang lebih sama ditambahkan Kamarudin. Akibat ulah mereka-mereka yang menggunakan atribut Polri itu citra Polri yang sebelumnya baik jadi terperosok, bahkan menjadi diragukan sebagian warga masyarakat. Sebagai pelindung, pengayom atau sudah berubah menjadi alat menzolimi rakyat.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, Brigjen Asep Edi Suheri, Jum'at (19/8/2022)  mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa sebanyak 16 saksi terkait perkara menghilangkan/memindahkan CCTV dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Belasan orang saksi tersebut digolongkan menjadi 5 klaster berdasarkan perannya masing-masing. Klaster pertama merupakan warga Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan terdiri dari tiga orang yaitu SN, M, dan AZ.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi  Minta  Lukas Enembe  Hormati Hukum

Selasa, 27 September 2022 | 18:38 WIB

Ledakan di Sukoharjo  Seorang Polisi Berlumuran Darah

Senin, 26 September 2022 | 13:19 WIB
X