• Selasa, 6 Desember 2022

Sensasi Apa Lagi Bakal Muncul Terkait Kasus Tewas Secara Sadis Brigadir Yoshua Hutabarat

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:41 WIB
penasihat hukum keluarga Brigadir Yoshua, Kamarudin Simanjuntak
penasihat hukum keluarga Brigadir Yoshua, Kamarudin Simanjuntak

“Rencana semula, uang tutup mulut bakal diberikan Sambo setelah kasus berdasarkan kronologi tembak-menembak sudah dalam tahap Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3),” ungkap Deolipa, Sabtu (13/8/2022).

SP3 merupakan surat pemberitahuan dari penyidik kepolisian bahwa penyidikan suatu perkara dihentikan. Dengan terbitnya SP3, maka proses pidana terhadap perkara tersebut tidak akan dilanjutkan lagi terkecuali ada yang mempraperadilankan dan diterima hakim.

"Iya,itu benar. Rp 1 miliar diiming-imingi oleh Ferdy Sambo dan Putri kepada di Bharada E. Itu tapi setelah kejadian (penembakan)," kata Deolipa.

Dia menyebutkan hal itu terjadi setelah insiden penembakan. Bharada E dipanggil oleh Ferdy Sambo dan istrinya untuk menunjukkan uang Rp 1 miliar. Dia dipanggil bersama 2 tersangka lain, yakni Bripka Ricky Rizal (RR) dan Kuat Maruf (KM). Ketiganya sama-sama diimingi uang tutup mulut dalam bentuk dolar AS.

"Setelah diatur skenario, dipanggil lah Bharada E, Kuat, sama RR. Mereka kemudian dijanjikan uang Rp 1 miliar kepada Bharada E, Rp 500 juta kepada Kuat, Rp 500 juta kepada RR," ungkap Deolipa.

Setelah pencabutan kuasanya oleh Bharada E yang dinilainya janggal, Deolipa Yumara berencana menggungat Bareskrim Polri ke pengadilan. "Kami akan mengajukan gugatan waktu dekat," katanya.

Baca Juga: Bharada E Cabut Surat Kuasa Pengacara, Yumara Nilai Ada Pihak yang Intervensi

Alasannya, tim penasihat hukum menuntut biaya kompensasi atau ganti rugi sebesar Rp15 triliun atas pencabutan surat kuasa yang dinilai menyalahi prosedur. Deolipa mengungkit kembali penunjukkan sebagai penasihat hukum Bharada E. Dia menegaskan, bekerja secara ikhlas dan tidak menerima bayaran sepeser pun.

"Kami ini bekerja ditugasin negara kan, kita tidak ada bayaran lho. Kita murni bekerja atas dasar profesional dan kebenaran," ujar dia.

Pengacara telah bekerja secara profesional, malah dipandang sebelah mata. Sehingga, merasa perlu untuk melayangkan gugatan ke pengadilan.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X