• Kamis, 8 Desember 2022

KPK Tahan Bupati Pemalang Bersama Lima Anak Buah dan Seorang Pejabat Kemenkeu

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 19:28 WIB
Bupati Pemalang nonaktif MAW
Bupati Pemalang nonaktif MAW

Baca Juga: Terjaring OTT, KPK Jebloskan Bupati Kuansing Ke Tahanan

Firli menyebutkan usai menyambangi rumah di Jakarta Selatan, Mukti bersama rombongannya menuju ke Gedung DPR RI untuk bertemu seseorang. Namun Firli enggan menjelaskan siapa seseorang di gedung DPR yang ditemui Mukti. "Setelah MAW keluar gedung DPR RI, tim KPK langsung mengamankan MAW beserta rombongan berikut uang dan bukti-bukti lainnya," kata Firli.

Tim KPK juga bergerak mengamankan beberapa pihak dari unsur pejabat di lingkungan Pemkab Pemalang kemudian melakukan penyegelan terhadap ruangan kerja di Pemkab Pemalang dan juga rumah dinas Bupati Pemalang Mukti.

Firli mengatakan, kasus ini bermula saat Mukti diangkat menjadi Bupati Pemalang periode 2021 - 2026. Dia kemudian merombak ulang posisi jabatan untuk beberapa eselon di lingkungan Pemkab Pemalang.

Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Pemalang membuka seleksi terbuka untuk posisi jabatan pimpinan tinggi pratama. Diduga ada arahan lanjutan dan perintah Mukti yang meminta agar para calon peserta yang ingin diluluskan menyiapkan sejumlah uang.

Baca Juga: Reaksi Ganjar Terkait Pernyataan Bupati Banyumas Soal OTT KPK

Penyidik KPK juga menahan eks Kepala Seksi Dana Alokasi Khusus Fisik II Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rifa Surya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Insentif Daerah tahun 2018, Jumat (12/8/2022).

Selain Rifa, eks Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan dosen Universitas Udayana I Dewa Nyoman Wiratmaja juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Rifa bersama eks pejabat Kemenkeu lainnya, Yaya Purnomo, diduga menentukan fee 2,5 persen untuk DID yang diusulkan Kabupaten Tabanan. Agustus-Desember 2017, diduga terjadi penyerahan uang oleh I Dewa Nyoman kepada Yaya dan Rifa di Jakarta dengan total uang Rp 1,3 miliar.

Pemberian uang terbagi dalam dua mata uang, yakni rupiah dan dolar. Totalnya, Rp 600 juta dan 55.300 dolar Amerika Serikat (AS). Yaya sendiri sudah lebih dulu diadili dan divonis bersalah 6,5 tahun penjara.

Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Tersangka Dalam Pengembangan Kasus DAK

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bom Bunuh Diri Kembali Terjadi di Bandung

Rabu, 7 Desember 2022 | 10:34 WIB

Kantongi Sabu, Petani Sumbawa Diringkus

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:56 WIB
X