• Senin, 26 September 2022

Prof Dr OC Kaligis SH MH Nilai Langgar Hukum Geledah Rumah Tanpa Izin Pengadilan

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:54 WIB
ahli hukum Prof Dr OC Kaligis SH MH
ahli hukum Prof Dr OC Kaligis SH MH

 

SUARAKARYA.ID: Penegak hukum harus menjunjung penegakan hukum itu sendiri dan bukan malah mempersulit pelaksanaan penegakan hukum. Hal itu dikemukakan  ahli hukum pidana dari Universitas Negeri Manado (UNM), Prof Dr OC Kaligis SH MH menanggapi tindakan penyidik (penegak hukum) yang mencoba merintangi advokat (penegak hukum juga) mendampingi kliennya. Sebab, tindakan itu melanggar hukum mengingat penghalang-halangan itu dilakukan saat penggeledahan.

"Tindakan demikian merupakan kejahatan jabatan, yang melanggar Pasal 421 KUHP dan dianggap kesewenang-wenangan," kata Prof Kaligis di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Prof Kaligis mengatakan hal tersebut sebagai ahli hukum pidana dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Kamis (11/8/2022).

Praperadilan tersebut diajukan Bernard Kaligis karena kliennya Donny, warga Jalan Raya Puri Indah Blok I 1 No.18, Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat,  merasa diperlakukan sewenang-wenang oleh penyidik Polsek Kembangan melakukan penggeledahan rumah klien menyalahi aturan.

Baca Juga: Putusan PN Jakarta Selatan Patahkan Pendapat Ahli Hukum

Menurut ahli hukum itu, mengeledah tanpa izin dari pengadilan negeri setempat dianggap tidak sah dan klien seharusnya didampingi penasihat hukum. "Bisa saja penyidik membuang barang bukti atau merekayasa dengan barang bukti baru, itu dapat saja terjadi karena tidak ada saksi dalam pengeledahan tempat kejadian perkara," kata OC.

Istri Donny, Mendy Marcella Surjadi sebelumnya melaporkan suaminya ke Polsek Kembangan dengan sangkaan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan mengunakan alat pengering rambut ( hairdryer).

Padahal,  KDRT yang terjadi Mendy yang memukul suaminya sehingga berlumuran darah pada wajah dan pipi disaksikan anak korban. Mendy sebelumnya meminta uang Rp30 miliar kepada suaminya urung cerai. Permintaan uang itu dikabulkan Donny karena enggan berpisah. Tapi belakangan  Mendy meminta uang lagi Rp100 miliar tetapi ditolak.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ledakan di Sukoharjo  Seorang Polisi Berlumuran Darah

Senin, 26 September 2022 | 13:19 WIB

Kasus OTT di MA Hakim Agung Sudrajat Dimyati Tersangka

Jumat, 23 September 2022 | 07:27 WIB
X