• Sabtu, 1 Oktober 2022

Seorang Pengusaha Korupsi, Divonis 10 Tahun Penjara Tambah Bayar Uang Pengganti

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:53 WIB
Pengadilan Tipikor Jakarta
Pengadilan Tipikor Jakarta

 

SUARAKARYA.ID: Jaksa Penuntut Umum (JPU) R Pandu Wardhana dari Kejari Jakarta Pusat  menyatakan pikir-pikir terhadap putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta sebagaimana halnya tiga terdakwa kasus korupsi.

"JPU akan mempelajari terlebih dahulu isi dari masing-masing putusan  berdasarkan Pasal 240 ayat (1) KUHAP. Apabila syarat untuk mengajukan banding terpenuhi, maka JPU akan mengajukan banding," kata Pandu di Kejari Jakarta Pusat, Jumat (12/8/2022).

Hidup kian sulit bersamaan munculnya resesi ekonomi. Tetapi ada juga segelintir warga Indonesia yang memfoya-foyakan atau hambur-hamburkan uang negara. Kurang lebih begitu pula yang dilakukan tiga terdakwa dalam kasus pembobolan Bank DKI terkait  kredit kepemilikan apartemen tunai bertahap kepada PT Broadbiz Asia tahun 2011 hingga 2017 sehingga dihukum 4 dan 10 tahun penjara. Perbuatannya itu mengakibatkan negara mengalami kerugian sebesar Rp 39,1 miliar.

Tiga terdakwa itu diantaranya bekas Kepala cabang pembantu (Capem) Bank DKI Muara Angke dan Kepala Capem Permata Hijau, M Taufik dan Joko Pranoto dijatuhi hukuman pidana penjara masing-masing selama 4 tahun. Sedangkan dari pihak swasta atau pengusaha  terdakwa Robby Irwanto divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada PN Jakarta Pusat pimpinan Riyanto SH MH.

Baca Juga: Kejati DKI Tindak Lanjuti Terus Kasus Korupsi Kredit Di BRI

Majelis hakim menyatakan,  terdakwa M Taufik dan Joko Pranoto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sehingga melanggar Pasal 2 ayat (1) Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) Ke -1 KUHP sebagaiman dakwaan primer.

Kedua terdakwa kemudian dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun. Majelis hakim juga menghukum terdakwa M Taufik dan terdakwa Joko Pranoto untuk membayar denda sebesar Rp200 juta subsider kurungan selama 4 bulan.

Majelis hakim sama juga menyatakan, terdakwa Robby Irwanto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama melanggar Pasal 2 ayat (1) Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer jaksa penuntut umum.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kapolri : 3 Kapolda Tidak Terlibat Kasus Ferdy Sambo

Jumat, 30 September 2022 | 18:18 WIB

Kuasa Hukum Lianawati Surati MARI, Ini Alasannya

Kamis, 29 September 2022 | 17:07 WIB

Waspada - Akun Wartawan Jadi Sasaran Hacker Bjorka

Kamis, 29 September 2022 | 07:14 WIB
X