• Senin, 26 September 2022

Dirut PT PRM AM Dijebloskan Ke Dalam Tahanan Sebagai Tersangka Korupsi

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:52 WIB
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Dr Ketut Sumedana
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Dr Ketut Sumedana

 

SUARAKARYA.ID: Penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung menetapkan lagi tersangka baru kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) 2017-2020. Direktur Utama PT Prioritas Raditya Multifinance (PRM), AM menyusul dua tersangka sebelumnya MS, bekas Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Taspen dan HS selaku Beneficial Owner PT PRM. Untuk memperlancar penyidikan, hindarkan melarikan diri dan hilangkan barang bukti AM langsung dijebloskan ke dalam tahanan.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Dr Ketut Sumedana menyebutkan AM ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: TAP-46/F.2/Fd.2/08/2022 tanggal 11 Agustus 2022. “Tersangka AM kemudian ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat, terhitung sejak 11 Agustus hingga 30 Agustus 2022,” kata Ketut Sumedana, Kamis (11/8/2022).

Penahanan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Prin-35/F.2/Fd.2/08/2022 tanggal 11 Agustus 2022. Masa penahanan tahap pertama tersebut bisa diperpanjang jika masih dibutuhkan dalam rangka kepentingan penyidikan.

Baca Juga: Penyidik Kejagung Sita Aset Tanah & Bangunan Milik Bekas Dirut PT Asuransi Jiwa Taspen

Tersangka AM dijerat atau dipersalahkan melanggar pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ketut Sumedana menyebutkan kasusnya berawal ketika Taspen Life anak usaha PT Taspen,  pada Oktober 2017 menanamkan investasi pada Medium Term Note (MTN) atau Surat Utang Jangka Menengah PT PRM yang tidak memiliki rating.

“Investasi dilakukan dengan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dikelola PT Emco Asset Manajemen sebesar Rp150 miliar,” ungkap Ketut Sumedana.

Tersangka HS selaku Beneficial Owner PT PRM dan tersangka AM selaku Dirut PT PRM ketika menawarkan MTN ke Taspen Life dengan sengaja menyajikan laporan keuangan PT PRM tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga laporan keuangan PT PRM tampak baik.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ledakan di Sukoharjo  Seorang Polisi Berlumuran Darah

Senin, 26 September 2022 | 13:19 WIB

Kasus OTT di MA Hakim Agung Sudrajat Dimyati Tersangka

Jumat, 23 September 2022 | 07:27 WIB
X