• Senin, 3 Oktober 2022

Pengojek Bunuh Gadis Kecil Divonis 15 Tahun Tambah Bayar Denda Rp 100 Juta

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:14 WIB

 

 

SUARAKARYA.ID: Demi keadilan dan demi pemberian perlindungan terhadap anak sekaligus peringatan kepada yang tak hiraukan perlindungan anak, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Dataran Hunimoa, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, Angghara Pramudya SH MH  menjatuhkan hukuman lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Majelis hakim menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider pidana kurungan selama enam (6) bulan terhadap terdakwa Andi Lau Tuhuteru alias Lau atas perbuatannya melakukan pembunuhan gadis kecil di Kec. Gorom Kabupaten Seram Bagian Timur.

"Terdakwa Andi Lau Tuhuteru alias Lau telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," demikian majelis hakim sebagaimana dikutip dari siaran pers Humas Mahkamah Agung (MA), Selasa (9/8/2022). Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun.

Baca Juga: Perlindungan Anak, Kehilangan Orangtua Akibat Terpapar Covid-19

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung RI, Dr Sobandi SH MH melalui siaran pers, Selasa (9/8/2022), menyebutkan majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak menyebabkan mati sebagaimana dakwaan alternatif pertama JPU. Hukuman tersebut merupakan ancaman maksimal dari pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam surat dakwaan JPU disebutkan bahwa korban sempat dinyatakan hilang selama 3 bulan setelah pamit kepada ibunya untuk suatu keperluan menggunakan ojek. Fakta persidangan menunjukan bahwa saat dalam perjalanan menggunakan ojek tersebut, di tengah perjalanan ojek yang ditumpanginya terjatuh sehingga menyebabkan korban terluka pada bagian kepala. Namun lebih naas lagi bagi korban, bukannya mendapatkan pertolongan, pengemudi ojek yang saat itu panik lantas mencekik leher korban, bahkan memukul kepala korban berkali-kali sampai korban tidak bergerak lagi. Selanjutnya pelaku mengecek denyut nadi korban untuk memastikan apakah korban telah meninggal dunia. Mengetahui korban meninggal dunia mayat korban dibuang ke dalam sebuah lubang yang ditutupnya dengan pasir.

Baca Juga: Kemensos Gandeng LPAI Dan LPA Pusat, Tingkatkan Perlindungan Anak

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketua DPR Minta Peristiwa Kanjuruhan Diselidiki

Minggu, 2 Oktober 2022 | 14:51 WIB

Kapolri : 3 Kapolda Tidak Terlibat Kasus Ferdy Sambo

Jumat, 30 September 2022 | 18:18 WIB
X