• Senin, 5 Desember 2022

ICK: Penyidikan Kasus Tewasnya Brigadir J Jangan Berhenti Pada Tersangka E

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 15:14 WIB
Bharada E (Dokumentasi )
Bharada E (Dokumentasi )

SUARAKARYA.ID : Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) optimis Tim Khusus “Polisi Tembak Polisi” di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo mampu mengungkap tuntas kasus kematian Brigadir Yosua alias Brigadir J. Penyidik telah menetapkan Brigadir E sebagai tersangka kasus baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

ICK berharap penyelidikan kasus ini jangan hanya berakhir dengan ditetapkan Bharada E sebagai tersangka. Pengungkapan kasus yang “mengguncang” Mabes Polri ini menjadi perhatian publik di tanah air dan mendapat perhatian khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus diusut sampai tuntas dan jujur sebagaimana diharap Jokowi.

Baca Juga: Ditetapkan Sebagai Tersangka, Bharada E Langsung Ditahan Penyidik Bareskrim Kasus Tewasnya Brigadir J

“ICK optimis kasus polisi tembak polisi yang ditangani tim khusus yang dipimpin Waka Polri Komjen Prof Gatot Eddy Pramono bertahap tuntas. Tentu dengan pertimbangan peristiwa tersebut sudah dilakukan pendalaman melibatkan pemeriksaan terhadap cukup saksi, penemuan barang bukti baik di lokasi awal kejadian. Rekonstruksi maupun autopsi ulang jasad Brigadir Josua di RSUD Sungai Bahar, Jambi,” kata Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK), Gardi Gazarin, SH, dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Lebih lanjut Ketua ICK ini menyatakan, optimis kasus yang berbuntut pencopotan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan dan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto yang dinonaktifkan dari jabatannya sampai saat ini telah terungkap pelaku ditangani secara transparan oleh tim khusus (Timsus).

Baca Juga: Ini Bunyi Pasal 338 KUHP yang Bakal Menjerat Bharada E dalam Kasus Brigadir J

“Pencopotan dan pemberhentian sejumlah petinggi Polri dan Kapolres itu menandakan timsus konsisten dan profesional dalam menanganinya berkat dukungan sinergi keterlibatan langsung Kompolnas dan Komnas HAM. LPSK hingga pakar hukum, kriminolog berbondong bondong turun gunung sepakat segera terungkap siap pun yang layak sebagai eksekutor sampai akan menyeret kemungkinan melibatkan aktor intelektual harus dilibas dalam proses pidana,” tegas Gardi.

Dalam kasus ini, masing-masing pihak telah melakukan proses dan langkah langkah sesuai prosedur, tupoksi, tugas serta kewenangannya yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan tuntutan pidana di kemudian hari.

Melihat intensif dan bertahapnya pemeriksaan yang dilakukan timsus tentu kian membuka jati diri orang-orang jyang dianggap mengetahui bahkan terlibat langsung peristiwa berdarah pada Jumat 8 Juli 2022 itu, baik Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi, maupun Bharada E, serta keterangan lain.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X