• Senin, 3 Oktober 2022

Terbukti Korupsi, Terdakwa Lusemeiriza Wahyudi Divonis 6,5 Tahun Di Dalam Bui

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 23:22 WIB

 

 

 

 

SUARAKARYA.ID:  Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan terdakwa Lusemeiriza Wahyudi terkait kasus korupsi di PT Pegadaian UPC Anggrek terbukti melakukan korupsi yang merugikan keuangan negara.

“Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pada Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU Tipikor jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 3 UU TPPU jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” demikian Kasi Intel Kejari Jakarta Barat Lingga Nuarie dalam siaran persnya, Jumat (29/7/2022).

Oleh karena perbuatannya itu, terdakwa dijatuhi pidana penjara selama enam (6) tahun enam (6) bulan atau 6,5 tahun di dalam bui dan denda sebesar Rp 200 juta subsider pidana kurungan selamaempat (4) bulan. Terdakwa juga dijatuhi pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp5.618.296.799,- subsider pidana kurungan selama satu (1) tahun.

Baca Juga: Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Berhasil Capai 105,14% dari Target Nasabah Secara Nasional

Atas vonis majelis hakim tersebut terdakwa menyatakan sikap menerima putusan, sementara penuntut umum menyatakan pikir-pikir selama tenggang waktu tujuh hari. 

Dalam amar putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (27/7/22), terdakwa Lusmeiriza Wahyudi terbukti melakukan pidana korupsi sebesar Rp 5,7 miliar dan tindak pidana pencucian uang. Sebab dia juga terbukti membagi-bagikan uang hasil kejahatan kepada sejumlah teman dekatnya, termasuk Uden sang paranormal.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ketua DPR Minta Peristiwa Kanjuruhan Diselidiki

Minggu, 2 Oktober 2022 | 14:51 WIB

Kapolri : 3 Kapolda Tidak Terlibat Kasus Ferdy Sambo

Jumat, 30 September 2022 | 18:18 WIB
X