• Sabtu, 1 Oktober 2022

Tim Tabur Akhirnya Jebloskan Pembobol Bank Kelas Kakap ke Balik Jeruji Besi

- Jumat, 29 Juli 2022 | 05:36 WIB

terpidana buron Harry Suganda diapit petugas Tabur Kejari Jakarta Utara

 

SUARAKARYA.ID: Terpidana Harry  Suganda yang beberapa tahun silam diadili kemudian dihukum sebagai pembobol bank pelat merah maupun swasta kelas kakap itu ditangkap tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung dan Tabur Kejari Jakarta Utara kemudian dieksekusi ke balik jeruji besi.

“Penangkapan dilakukan di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” demikian Kasi Intelijen Kejari Jakarta Utara, M Sofyan Iskandar Alam SH, Kamis (28/7/2022). Terpidana Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)  dalam perkara permohonan Kredit Modal Kerja pada sejumlah bank dengan total setengah triliun rupiah lebih itu tidak sempat berbuat apa-apa ketika tim Tabur Tim Tabur Kejaksaan Negeri Jakarta Utara bersama Tim Tabur Kejaksaan Agung dan Tim Tabur Kejati DKI Jakarta mengempungnya.

M Sofyan menyebutkan, Harry Suganda ditangkap karena telah dilakukan pemanggilan untuk pelaksanaa eksekusi yang bersangkutan tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut tersebut. Oleh karenanya terpidana dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan diintai terus menerus atau diburu demi kepastian hukum.

Baca Juga: Diduga Bobol Bank, PMJ Amankan Kerabat Capres 02

Selanjutnya terpidana dibawa menuju Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara untuk penyiapan administrasi untuk selanjutnya dibawa lagi terpidana menuju Lembaga Pemasyarakat Kelas I Cipinang untuk dieksekusi badan berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan No.Print-538/M.1.11/Epp.3/06/2022 tanggal 14 Juni 2022.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 422 K/Pid.Sus/2022 tanggal 22 Februari 2022 Harry Suganda dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 378 KUHP dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dalam perkara permohonan Kredit Modal Kerja kepada Bank Mandiri sebesar Rp250.000.000.000  atau Rp 250 milar dan Bank QNB sebesar Rp150.000.000.000 atau 150  miliar.

Majelis hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama selama Sembilan (9) tahun dan pidana denda sebesar Rp1.000.000.000,00  atau Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama delapan (8) bulan.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kapolri : 3 Kapolda Tidak Terlibat Kasus Ferdy Sambo

Jumat, 30 September 2022 | 18:18 WIB

Kuasa Hukum Lianawati Surati MARI, Ini Alasannya

Kamis, 29 September 2022 | 17:07 WIB
X