• Minggu, 4 Desember 2022

Indonesia Police Watch Minta Tim Khusus Pengusutan Kasus Polisi Tembak Polisi Bisa Membuat Persolan Terang

- Rabu, 13 Juli 2022 | 11:58 WIB
Sugeng Teguh Santoso  (Dokumentasi )
Sugeng Teguh Santoso (Dokumentasi )

SUARAKARYA.ID : Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membentuk tim khusus penanganan tewasnya Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat yang ditembak oleh Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta.

Tim akan dipimpin Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, beranggotakan Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, Kabaintelkam Komjen Ahmad Dofiri, Asisten SDM Polri Irjen Wahyu Widada. Bahkan, Kapolri juga sudah berkoordinasi dengan pengawas eksternal, Kompolnas dan Komnas HAM.

Baca Juga: Kasus Polisi Tembak Polisi, Berbagai Kejanggalan Versi Indonesia Police Watch (IPW)

Hal ini dimaksudkan, agar pemeriksaan kasus penembakan dengan korban anggota Polri yang dilakukan oleh rekannya sesama anggota di rumah petinggi Polri bisa dilakukan secara transparan, obyektif dan akuntabel.

Demikian siaran pers yang diterima Suarakarya.id, Rabu (13/7/2022).

Baca Juga: Kasus Penembakan Ajudan Kadiv Propam, ICK: Penyidik Harus Transparan dan Presisi, Hadirkan Saksi Mahkota

Sehari sebelumnya Kapolri mengumumkan tentang pembentukan tim gabungan untuk mengusut kasus polisi tembak polisi di Duren Tiga.

"Kita ingin semuanya ini bisa tertangani dengan baik dan ingin bahwa peristiwa yang ada ini betul-betul bisa menjadi terang," ujar Kapolri Listyo Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/7/ 2022).

Dengan langkah ini, menurut IPW, Kapolri menunjukkan respon cepat sesuai program Polri Presisi. Terutama, dalam kaitan kasus polisi bunuh polisi tersebut, tindakan responsif dan transparansi berkeadilan telah ditunjukkan oleh Jenderal Listyo Sigit.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X