• Sabtu, 20 Agustus 2022

Penyidik Kejari Tembilahan Tahan Bekas Bupati Indragiri Hilir, IMA

- Jumat, 1 Juli 2022 | 21:11 WIB

 

 

SUARAKARYA.ID: Sudah berstatus tersangka korupsi, masih saja tidak kooperatif dalam proses hukum perkaranya. Agar penanganan kasusnya tidak berlarut-larut, maka tersangka Indra Muklis Adnan (IMA), bekas Bupati Indragiri Hilir, Provinsi Riau, pun dimasukan  ke dalam tahanan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tembilahan, Riau. IMA ditahan dan dititipkan di Lembaga Pemasayarakatan Kelas II-A Tembilahan.

Begitulah yang terjadi terhadap bekas Bupati Inhil periode 2003-2013 itu. Dia akhirnya ditahan setelah sebelumnya ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi penyertaan modal PT GCM tahun 2004-2006.

Penyidik Kejari Tembilahan telah beberapa kali memanggil yang bersangkutan (IMA). Namun mangkir atau tak mengindahkan  panggilan tim penyidik pada bidang Pidsus Kejari Tembilahan dengan alasan sakit. Hal itu disampaikan Raharjo Budi, Asintel Kejati Riau, Kamis, (30/6/2022) di Pekanbaru.

Sebelumnya, Indra Muklis Adnan telah beberapa kali dipanggil, tapi selalu mangkir dengan alasan sakit. Baru pada Kamis (30/6/2022) datang dan diperiksa sebagai tersangka dugaan korupsi penyertaan modal pada PT Gemilang Citra Mandiri (GCM) tahun 2004 – 2006.

“Usai memberikan keterangan, dilakukan pemeriksaan kesehatan menggunakan Elektrikal Diorama (EKG). Hal itu untuk mengetahui kesehatan jantung, termasuk mengukur detak jantung seseorang normal atau tidak. Hasilnya normal dan sehat, serta hasil swab antigen negatif,” kata Raharjo.

Tim penyidik langsung melakukan penahanan terhadap Indra Muklis Adnan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : Print. 03 / L.4/Fd.1/06/2022 tanggal 30 Juni 2022. “Penahanan dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan yang sedang berjalan,” katanya.

Bekas Bupati Inhil (IMA) dua periode itu ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam penyertaan modal pada PT GCM tahun 2004-2006  berdasarkan Surat Perintah noomor : TAP-02/L.4.14/Fd.1/06/2022 tanggal 16 Juni 2022. Selain IMA, Direktur PT GCM Zainul Ikhwan juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Keduanya diduga melakukan perbuatan melawan hukum dalam proses pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT GCM dan menyalahgunakan keuangan perusahaan hingga  timbul kerugian negara sebesar Rp1.168.725.695 atau Rp1,1 miliar lebih.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

Bahar bin Smith: Keadilan Masih Ada di Indonesia

Selasa, 16 Agustus 2022 | 19:42 WIB
X