• Sabtu, 20 Agustus 2022

Penyidik KPK Usut Terus Dugaan Korupsi LNG Pertamina Rugikan Negara Rp 2 Triliun

- Jumat, 24 Juni 2022 | 20:35 WIB

 

SUARAKARYA.ID: Sejumlah saksi masih dimintai keterangan oleh tim penyidik KPK terkait dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di PT Pertamina tahun 2011-2021. Penyidik berharap dari keterangan para saksi-saksi itu bakal dapat terang benderang kasus dugaan korupsi yang diperkirakan telah berlangsung sejak sepuluh tahun silam tersebut. Bahkan bukan tidak mungkin diantara saksi-saksi tersebut terdapat pula sebagai tersangka.  

Plt Jubir KPK, Ali Fikri menyebutkan tim penyidik lembaga antirasuah, Jum'at (24/6/2022)  memanggil delapan orang sebagai saksi. Mereka antara lain Heri Hariyanto selaku karyawan Pertamina; Anita selaku karyawan Eni Muara Bakau yang merupakan perusahaan migas; Derry Sylvan selaku karyawan Eni Muara Bakau; Agus Sugiarso selaku karyawan Pertamina. Berikutnya Dian Mardiana selaku karyawan Pertamina; Mohamad Taufik Afianto selaku pensiunan Pertamina; Nursatyo Argo selaku pensiunan Pertamina; Nanung Karnasi Wibowo selaku Senior Analyst Fraud Prevention & Digital Forensic PT Pertamina (Persero).

“Mereka masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Tim penyidik tentu saja berharap banyak dari para saksi-saksi tersebut, yaitu terang benderangnya kasus dugaan korupsi menahun itu,” kata Ali Fikri.

Ahok Bakal Diperiksa

KPK sebelumnya telah meningkatkan penanganan kasus ini dari penyelidikan menjadi penyidikan. Namun belum ada disebutkan seorang pun tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan LNG di PT Pertamina tersebut. KPK belum bisa membeberkan identitas tersangka, kronologi perkara, hingga pasal yang bakal dijeratkan.

KPK sendiri telah mengubah metode. Nama tersangka dibeberkan saat dilakukan upaya paksa penahanan atau penangkapan kepada pihak-pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersebut.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa kasus ini sempat ditangani Kejaksaan Agung. Namun akhirnya disepakati penanganan kasus yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp 2 triliun sepenuhnya ke KPK.

Setelah para saksi yang diperiksa secara marathon di KPK, Jum'at (24/6/2022), tim penyidik KPK masih menjadwalkan lagi memeriksa  saksi-saksi untuk melengkapi berkas perkara dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di PT Pertamina tahun 2011-2021. Bahkan termasuk bakal memanggil Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan bekas Dirut Pertamina Karen Agustiawan.

Ali Fikri mengatakan,  pengumpulan alat bukti saat ini masih terus dilakukan, baik itu dari keterangan saksi-saksi maupun alat bukti lainnya. Tim penyidik masih terus menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi," ujar Ali. Kendati sudah ada hampir
15 orang yang diperiksa sebagai saksi, tetap saja hal itu dinilai belum cukup. Hal itu untuk benar-benar menguatkan dugaan perbuatan  terhadap  siapa yang ditetapkan sebagai tersangka,  konstruksi perkaranya seperti apa, pasal-pasalnya yang dijeratkan,  pengumpulan bukti-bukti yang cukup sampai akhirnya dapat dilakukan upaya paksa penahanan.

Ali mengisyaratkan, siapapun pihak yang mengetahui perkara ini dan mempunyai bukti-bukti untuk membantu KPK untuk menyelesaikan penyidikan akan dipanggil sebagai saksi, termasuk memanggil Ahok yang sudah menjadi Komut Pertamina sejak November 2019. "Seluruh saksi-saksi yang akan diperiksa tentu saja yang mengetahui, sehingga kemudian dapat memperjelas dari perbuatan tersangka. Jadi, siapapun itu pasti dipanggil tim penyidik agar perkara ini menjadi jelas dan terang dari khususnya perbuatan tersangkanya," kata  Ali.***

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahar bin Smith: Keadilan Masih Ada di Indonesia

Selasa, 16 Agustus 2022 | 19:42 WIB
X