• Selasa, 9 Agustus 2022

Korban Investasi Bodong Pertanyakan Peran Pihak Ketiga Diduga Dikambinghitamkan Terdakwa

- Selasa, 21 Juni 2022 | 05:25 WIB

sidang investasi bodong

 

SUARAKARYA.ID: Korban investasi bodong secara spontan menukas memprotes saat tim penasihat hukum keempat terdakwa kasus penipuan dan penggelapan tersebut membacakan eksepsi atau nota keberatannya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin (20/6/2022).

“Bagaimana penasihat hukum ini menilai kasus pidana kok menjadi perdata. Kami para korban kan merasa ditipu, dan uang kami digelapkan. Para terdakwa kan membujuk rayu kami sehingga mau berinvestasi,” demikian Ricky Tratama sesaat setelah mendengar tim penasihat hukum terdakwa masing-masing Kevin Lime, Michael, Vincent dan Doni Yus Okky Wiyatama, Rony Hakim SH MH dengan kawan-kawan membacakan nota keberatannya atas surat dakwaan JPU Subhan SH MH dan Ari Sulton Abdullah SH di PN Jakarta, Utara, Senin (20/6/2022), yang isinya antara lain menyebutkan perkara tersebut perdata.

Begitu juga ketika dalam eksepsi disebutkan bahwa tidak dibayarnya uang atau investasi para korban karena adanya keterlambatan pembayaran dari pihak ketiga, korban mempertanyakan pula siapa pihak ketiga tersebut.  “Kami para korban bertanya siapa sebenarnya pihak ketiga itu? Janganlah bermain teka-teki sehingga pihak ketiga menjadi sebuah misteri atau menjadi kambing hitam. Sekali lagi, kalau memang benar ada pihak ketiga sebutkan saja biar kasusnya terang benderang,” kata Ricky.

Ricky dan para korban lainnya tidak bisa menerima pihak ketiga yang dijadikan kambing hitam oleh para terdakwa untuk menutup-tutupi atau guna mengelabui para korban. Tetapi, kata Ricky, para korban terlebih dirinya, tidak bisa menerima dengan rasionya akan keberadaan pihak ketiga tersebut. Para korban berpikir pihak ketiga itu tidak  ada  sama sekali atau bodong. “Kami benar-benar meragukan keberadaan pihak ketiga tersebut,” katanya.

Oleh karena itu, baik Ricky maupun para korban lainnya  berharap agar jaksa dan majelis hakim dapat menyidangkan kasusnya secara transparan hingga menghasilkan tuntutan dan putusan yang profesional, jujur serta adil. “Kami berharap majelis hakim menolak nota keberatan para terdakwa kemudian dapat memberikan putusan terhadap para pelaku seberat-beratnya. Tujuannya untuk memberikan efek jera dan sekaligus peringatan kepada orang lain agar jangan sampai memcoba-coba melakukan perbuatan serupa,” kata Ricky. Dia juga memohon majelis hakim agar barang bukti yang sudah ada saat ini dapat dikembalikan kepada para korban  untuk mengurangi kerugian yang telah mereka derita atau alami.

Tim penasihat hukum Rony Hakim dalam nota keberatannya menyebutkan bahwa surat dakwaan jaksa disusun tidak sebagaimana diisyaratkan dalam KUHAP. Selain itu, disebutkan bahwa perkara tersebut bukanlah tindak pidana penipuan dan penggelapan. Melainkan perdata, karena didukung perjanjian lisan antara kliennya dengan para korban.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

Irjen Pol Ferdy Sambo Dijemput Provost Mabes Polri

Minggu, 7 Agustus 2022 | 06:59 WIB
X