• Sabtu, 13 Agustus 2022

JPU Baringin Sianturi Tuntut Delapan Tahun, Terdakwa Adam Deni Bakal Ajukan Pledoi

- Selasa, 31 Mei 2022 | 13:54 WIB

SUARAKARYA.ID: Penasihat hukum terdakwa Adam Deni dan terdakwa Ni Made Dwita sama-sama meminta kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara untuk diberi kesempatan menyusun kemudian mengajukan pledoi atau pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung, Baringin Sianturi. Baik pembela Adam dan Ni Made sama-sama berpenilaian bahwa tuntutan jaksa terhadap kliennya sangat berlebihan.

“Kami meminta waktu guna menyusun pembelaan,” kata salah seorang penasihat hukum Adam. Majelis hakim sendiri menyambut baik permintaan itu dan mempersilakan pembela mengajukan pledoi. Demikian pula kedua terdakwa, jika mau membuat pledoi secara tertulis disilakan. Sebab, hal itu merupakan hak terdakwa dengan pembelanya.

Sebagaimana diketahui terdakwa Adam Deni dan terdakwa Ni Made Dwita dituntut hukuman delapan (8) tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider lima bulan kurungan. Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Baringin Sianturi, kedua terdakwa terbukti bersalah mengunggah dokumen pribadi kepada publik.

“Kami (JPU) meminta majelis hakim yang mengadili perkara ini agar menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Adam Deni dan Ni Made Dwita masing-masing selama delapajn (8) tahun penjara dikurangi selama kedua terdakwa ditahan,” demikian jaksa senior Baringin Sianturi saat bacakan requisitornya dalam persidangan di PN Jakarta Utara, Senin (30/5/2022).

Dalam tuntutan tersebut, Baringin Sianturi juga menyebutkan hal-hal yang memberatkan kedua terdakwa ialah mereka tidak menyesali perbuatannya, memberi keterangan berbelit-belit dan pernah menimbulkan keributan usai persidangan di lantai II PN Jakarta Utara.

Terdakwa Adam Deni sebelumnya ditetapkan sebagai terdakwa atas dugaan mengunggah dokumen tanpa izin pemilik yang dilaporkan Ahmad Sahroni. Dokumen yang diunggah terdakwa Adam tersebut di akun Instagramnya @adamdenigrk, sempat viral. Padahal, dalam dokumen tersebut terlihat tabel yang berisi nilai Rp6 juta hingga Rp211 juta. Di awal video itu tertulis ‘Unboxing paket dari luar negeri yang siap dikirim ke KPK’. Sedangkan di akhir video tertulis ‘Ahmad Sahroni File Explanation Page’. Hal itu tidak bisa diterima saksi korban hingga perbuatan itu dilaporkan ke Kepolisian.***

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

Pemerintah Agar Patuhi Keputusan Mahkamah Agung

Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:11 WIB
X