Investasinya Tak Menghasilkan, Sejumlah Pensiunan Guru Menggugat Di PN Jakpus

- Minggu, 29 Mei 2022 | 16:48 WIB

 

SUARAKARYA.ID: Mediasi yang dilakukan antara tergugat dan penggugat tidak dapat menghasilkan kesepakatan bersama. Oleh karenanya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pimpinan Purwanto SH MH mempersilakan penggugat bacakan gugatan yang kemudian diminta untuk dijawab tergugat pada persidangan waktu berikutnya.

“Ya para pihak tidak menemukan titik kesepakatan selama bermediasi. Maka persidangan pun dilaksanakan sesuai ketentuan acara persidangan,” demikian Purwanto di PN Jakarta Pusat, Jumat (27/5/2022).

Sebagaimana diketahui Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang diketuai Purwanto SH MH, menggelar sidang perdana gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dimohonkan puluhan guru Pegawai Negeri Spil (PNS) aktif dan guru pensiunan PNS, Senin (23/5/2022).

Guru yang mengabdi di wilayah hukum DKI Jakarta itu menyampaikan gugatannya melalui kuasa hukum Advokat Law Office Markus Jaka Togatorop & Partners. Dalam berkas gugatan, para penggugat mengaku merupakan korban bujuk rayu sehingga menggugat PT Fadilla Insan Mandiri Jakarta (FIM) (tergugat I), Muhammad Yaskur tadinya Komisaris Utama (Komut) saat ini Dirut PT FIM (tergugat II) serta PT Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Pembantu (KCP) Jakarta Barat (tergugat III).

Sejumlah guru yang hadir rata-rata sudah lanjut usia (Lansia) itu menyampaikan gugatannya karena merasa tertipu atas ajakan Muhammad Yaskur dan istrinya Madiyani menjalankan kegiatan usaha menanam modal berinvestasi di PT FIM Jakarta dengan janji bagi hasil keuntungan setiap bulan. Sebagai jaminan investasi tersebut adalah menggadaikan SK pensiun atau SK terakhir para penggugat di PT Bank Mandiri Taspen KCP Jakarta Barat.

Penggugat pada pokoknya memohon kepada majelis hakim supaya menghukum tergugat dengan memerintahkan tergugat untuk mengembalikan seluruh kerugian para penggugat sebagai korban investasi bagi hasil. Tergugat I PT Fadillah Insan Mandiri Jakarta (FIM) dan tergugat II Muhammad Yaskur dan istrinya selaku Dirut PT FIM diminta dinyatakan bersalah melakukan PMH sesuai Pasal 1365 KUHPerdata, yang menyebutkan tiap perbuatan yang melanggar hukum, membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu untuk menggantikan kerugian.

Penggugat memohon ganti kerugian sebesar Rp3 miliar lebih.  Jika tergugat tidak patuh dan tidak taat dalam melaksanakan amar putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inkracht), dan untuk menjaga gugatan penggugat tidak sia-sia (ilusionis) maka para penggugat meminta dan menuntut uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 500.000 per hari.

Demi kepastian hukum agar objek gugatan tidak dialihkan atau tidak diserahkan kepada pihak ketiga, sehingga tanah dan bangunan serta aliran dana rekening tabungan dan deposito tergugat I diletakkan Sita Jaminan (Conservatoir Beslag).

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

Pembakaran Hotel di Lotim, Pengusaha Rugi 10 Miliar

Senin, 6 Februari 2023 | 17:51 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Sawah

Senin, 6 Februari 2023 | 17:45 WIB
X