• Minggu, 25 September 2022

Dituntut 20 Tahun Penjara, Alex Noerdin Minta Hakim Beri Waktu Untuk Ajukan Pembelaan

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 16:23 WIB

SUARAKARYA.ID: Apa yang dialami bekas Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin harus menjadi pelajaran berharga bagi pejabat. Dalam kasus dugaan korupsi politisi Partai Golkar itu tidak hanya dituntut JPU selama 20 tahun penjara, denda juga membayar uang pengganti yang apabila tidak mampu membayarnya harus menjalani kurungan lagi.

Tidak hanya itu saja pukulan berat dan menyakitkan harus diterima terdakwa Alex Noerdin. Putranya pun, Dodi Reza Alex, menjadi salah satu terdakwa dalam kasus dugaan korupsi suap empat paket proyek pada dinas PUPR Muba. Saat ini Dodi Reza Alex sedang menjalani pemeriksaan dan persidangan terkait kasus yang dituduhkan kepadanya di Pengadilan Tipikor Palembang. 

Sementara, para terdakwa lainnya yang juga sudah dituntut tidak ada yang hukumannya sampai 20 tahun sebagaimana Alex. Tujuh terdakwa lainnya dituntut dari empat sampai lima tahun penjara.

Hal yang memberatkan Alex Noerdin, selain  serangkaian perbuatannya, juga statusnya sebagai Gubernur yang tidak memberi contoh antikorupsi terhadap bawahan dan masyarakat.

“JPU sudah mengajukan tuntutan terhadap terdakwa Alex Noerdin, sidang berikutnya terdakwa mengajukan pembelaan,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Dr Ketut Sumedana, Jumat (27/5/2022).

Sebagaimana diketahui JPU dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) menuntut terdakwa Alex Noerdin dihukum 20 tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya dan pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel tahun 20102019 di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Palembang, Sumsel, Rabu (25/5/2022).

Alex Noerdin dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam dakwaan primer dan subsider dalam dua perkara dugaan korupsi tersebut. Oleh karena itu, Alex juga dituntut dengan pidana tambahan membayar uang pengganti sejumlah 3,2 juta dolar AS dalam perkara PDPDE serta Rp4,8 miliar dalam perkara Masjid Sriwijaya.

Menanggapi hal itu, Alex Noerdin mengatakan, pihaknya akan menyampaikan nota pembelaan atau pledoi pada sidang selanjutnya. “Saya tidak menyangka kejam tuntutan jaksa tuntutan maksimal 20 tahun. Terima kasih Pak Jaksa. Kepada majelis hakim, mohon kami meminta waktu untuk mempersiapkan pembelaan,” katanya.

JPU membeberkan beberapa hal yang patut diduga sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan terdakwa Alex Noerdin, mantan Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN) merangkap Direktur Utama (Dirut) PDPDE Sumsel, Muddai Madang; mantan Dirut PDPDE dan Dirut PDPDE Gas, Caca Ica Saleh S; dan mantan Direktur PT Dika Karya Lintas Nusantara (DKLN) merangkap Direktur PT PDPDE Gas, serta mantan Dirut PDPDE Sumsel, A Yaniarsyah Hasan.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus OTT di MA Hakim Agung Sudrajat Dimyati Tersangka

Jumat, 23 September 2022 | 07:27 WIB

KPK  Gelar OTT Amankan  Hakim Agung Hari Ini

Kamis, 22 September 2022 | 20:25 WIB

ICW Desak KPK Jemput Paksa Gubernur Papua Lukas Enembe

Kamis, 22 September 2022 | 15:03 WIB

Surat  Terbuka Bangsa  Seram - Maluku Berduka

Kamis, 22 September 2022 | 05:43 WIB
X