• Rabu, 29 Juni 2022

Dikabarkan 10 Anggota TNI  Ditetapkan Sebagai Tersangka Kerangkeng Manusia

- Selasa, 24 Mei 2022 | 10:11 WIB
Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)




SUARAKARYA.ID: Dikabarkan 10 anggota TNI  telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kerangkeng manusia milik mantan bupati Langkat.

Hal itu dibenarkan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa. Ia mengungkapkan sebanyak 10 orang oknum prajurit TNI telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat, Sumatera Utara, nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin.

"Kasus Langkat masih terus, kalau dari TNI sendiri kan waktu itu sudah ada 9 orang, tapi sekarang sudah menjadi 10 tersangka," kata Panglima TNI usai bertemu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf di Kantor PBNU, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Tokoh Intelektual  SBB Apresiasi Penunjukkan Brigjen TNI Andi Candra As'adudin Penjabat Bupati Setempat

Dia menegaskan, proses hukum terhadap kasus kerangkeng manusia itu masih terus berjalan, tetapi yang juga lebih penting agar pihak korban mengungkapkan siapa-siapa saja yang terlibat.

"Kami juga menginginkan dari pihak korban bisa mengungkapkan semua, sehingga kita bisa membawa mereka-mereka yang terlibat sejak 2011 untuk bertanggung jawab," tegas mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) ini, seperti dilansir dari AntaraNews.

Sebelumnya, saat menerima kunjungan pimpinan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Andika meminta para korban tidak takut menyampaikan kejadian yang sebenarnya.

Baca Juga: Insentif Bidang Kepabean Dan Cukai Penanganan Covid 19  Kian Menurun

"Tidak boleh takut ya, bicara apa adanya supaya kita bisa benar-benar menghukum mereka yang terlibat," katanya.

Panglima TNI juga meminta semua pihak terutama para korban untuk menyampaikan apabila adanya intimidasi.

"Kalau dari TNI yang mengintimidasi kami pasti menindaklanjuti itu," ujarnya.

Baca Juga: Asmara Syahrini Dan Reino Selalu Dapat Cibiran Negatif Netizen
 
Andika juga meminta pimpinan LPSK untuk memberikan daftar dan alamat rumah para korban agar TNI bisa mengontrol atau patroli secara khusus.
 
"Kami memberikan keamanan bagi korban dari berbagai macam intimidasi selama proses hukum berlangsung," tegas dia. ***

Baca Juga: PT KPI RU VII Kasim Ikut Andil Dalam Musyawarah Perencanaan Pambangunan (CSR) Kabupaten Sorong


















 

 

Editor: Markon Piliang

Tags

Terkini

KKB Kembali Tembak Warga Sipil Di Papua

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:08 WIB
X