• Sabtu, 13 Agustus 2022

Penyidik Kejati DKI Geledah Dan Temukan Dokumen Dalam Penggeledahan Di Rumah HH

- Jumat, 20 Mei 2022 | 20:53 WIB

 

SUARAKARYA.ID: Tim jaksa penyidik pada Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta yang secara terus menerus dan intensif melakukan pendalaman serta pengembangan penyidikan dalam kasus dugaan mafia tanah di Cipayung, Jakarta Timur, telah melakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen di salah satu rumah saksi berinisial HH, bekas Kepala UPT Tanah Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta di Perumahan Pesona Khayangan Depok, Jawa Barat.

“Kamis, 19 Mei 2022 pukul 22.00 WIB hingga Jum’at, 20 Mei 2022 pukul 02.00 WIB, tim penyidik Pidsus Kejati DKI Jakarta kembali melakukan penggeledahan sekaligus penyitaan di rumah salah satu saksi berinisial HH,” tutur Kasipenkum Kejati DKI, Ashari Syam, Jumat (20/5/2022).

Menurut Ashari, penggeledahan dilakukan dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti untuk membuat terang dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah Cipayung Jakarta Timur. Sebelumnya, kata Ashari, dari hasil pemeriksaan tim penyidik memperoleh informasi adanya barang bukti berupa dokumen yang berhubungan dengan penyidikan yang tengah didalami dan disinyalir disimpan dan berada di dalam rumah saksi HH.

Dalam penggeledahan yang berlangsung cukup lama itu, kata Ashari, tim penyidik Kejati DKI Jakarta berhasil menemukan dan menyita barang bukti yang dicari berupa beberapa dokumen penting diantaranya sertipikat, BPKP mobil dan HP. “Rencananya tim penyidik masih akan melanjutkan penggeladahan di beberapa tempat yang dicurigai terdapat barang bukti yang bisa mendukung pembuktian untuk selanjutnya dapat menemukan atau mengarahkan siapa-siapa saja menjadi tersangka dalam kasus mafia tanah tersebut,” kata Ashari.

Kasipenkum menyebutkan, tim penyidik Pidsus Kejati DKI tidak mau gegabah menetapkan tersangka dalam kasus mafia tanah Cipayung. Kasusnya dicermati dan didalami dahulu indikasi-indikasi korupsinya. Jika petunjuk dan alat buktinya sudah jelas dan mengarah kepada saksi tertentu, maka penyidik akan menetapkan saksi itu menjadi tersangka.***

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Agar Patuhi Keputusan Mahkamah Agung

Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:11 WIB
X