• Rabu, 29 Juni 2022

Peserta PPPJ 2022 Investasi Besar Kejaksaan RI Untuk 20 Tahun Mendatang

- Kamis, 19 Mei 2022 | 15:54 WIB

 

SUARAKARYA.ID: Jaksa Agung ST Burhanuddin mengingatkan bahwa PPPJ bukan hanya sekedar mendidik dan melatih para peserta untuk memiliki keterampilan sebagai seorang jaksa, tetapi juga sekaligus membentuk karakter dan integritas seorang jaksa untuk dapat menjalankan tugas, fungsi dan wewenang secara profesional.

“Diklat yang akan ditempuh adalah pondasi pertama dan utama setiap jaksa menempa dan membentuk karakter dengan harapan agar menjadi jaksa yang ideal, yaitu jaksa yang mampu menyeimbangkan antara kecerdasan dengan hati nuraninya,” demikian arahan Jaksa Agung disampaikan melalui Wakil Jaksa Agung RI Dr Sunarta pada Acara Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXIX (79) Gelombang I Tahun 2022 yang dibuka pada Rabu 18 Mei 2022 dan diikuti 320 (tiga ratus dua puluh) orang peserta PPPJ.

Oleh karena itu, Jaksa Agung menyampaikan PPPJ merupakan proses metamorfosa pegawai Kejaksaan, dari seorang staf tata usaha menjadi pejabat fungsional jaksa. Perubahan ini tentu sangat signifikan, baik dari segi kewenangan, hak dan kewajiban, serta perilaku hidupnya.

“Perubahan kedudukan tersebut harus diimbangi dengan perubahan mental, pola pikir, dan pola kerja yang berorientasi pada integritas dan profesionalitas, sehingga mampu mengeliminir penyalahgunaan kewenangan dalam bertugas,” kata di Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Selain itu, Jaksa Agung juga menyampaikan bahwa seluruh peserta PPPJ harus menyadari bahwa seorang jaksa adalah penegak hukum yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat dengan kompleksitas tugas yang tinggi. “Jaksa selain bertindak sebagai penuntut umum yang merupakan tugas pokoknya, juga harus mampu mengemban tugas lainnya sebagai penyidik, sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN) sekaligus juga harus mampu melaksanakan fungsi intelijen. Untuk itu, harus dipahami betul tanggung jawab dan konsekuensi yang melekat sebagai seorang jaksa,” katanya mengingatkan.

Jaksa Agung menyampaikan bahwa sebagai aparat penegak hukum, jaksa terikat pada kode perilaku jaksa yang mengatur tentang kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi. Oleh karena itu, pelajari dan pahami ketentuan yang tercantum dalam kode etik perilaku jaksa tersebut agar gerak langkah saudara nanti apabila telah dilantik sebagai Jaksa selalu sesuai dengan norma perilaku jaksa.

Dalam kesempatan itu Jaksa Agung  mengapresiasi Kaban Diklat Kejaksaan dan jajaran yang berani menyelenggarakan Diklat PPPJ Angkatan 79 secara klasikal di tengah Pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Sebelum ini, selama dua tahun terakhir Diklat PPPJ (Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa) Angkatan 77dan 78 dilakukan secara virtual. “Penyelenggaraan Diklat PPPJ virtual pada dasarnya merupakan terobosan cerdas Badiklat dalam menyikapi situasi pandemi yang terjadi pada saat itu,” puji Burhanuddin.

Pada kesempagan itu, Burhanuddin juga menitip tunas Adhyaksa untuk dididik sungguh-sungguh, sebab mereka adalah investasi besar Kejaksaan. “Masa depan Kejaksaan ada di tangan mereka 20 tahun ke depan,” tuturnya. Oleh karenannya, dia meminta agar dipastikan  kelulusan hanya diberikan kepada peserta yang memenuhi standar kualifikasi yang telah ditetapkan oleh Badiklat (Badan Pendidikan dan Latihan). “Kita tidak boleh lagi bermain-main dengan kualitas anak didik kita,” katanya mengingatkan.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KKB Kembali Tembak Warga Sipil Di Papua

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:08 WIB
X