• Minggu, 26 Juni 2022

Berkas Dikirim Ke Kejaksaan Dan Disita Aset Indosurya Senilai Rp7 Triliun, LQ Apresiasi Kinerja Tipideksus

- Selasa, 17 Mei 2022 | 03:05 WIB
Aset KSP Indosurya  disita oleh Tipideksus Mabes Polri
Aset KSP Indosurya disita oleh Tipideksus Mabes Polri







SUARAKARYA.ID: Kantor hukum LQ Indonesia, mendapatkan informasi valid bahwa pada Jumat (13 /5/2022), berkas tersangka Direktur KSP Indosurya Henry Surya dilimpahkan kepada Kejaksaan.

Direktur Tipideksus Mabes Polri, Kombes Pol Whisnu Hermawan dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa, Jumat Sore , 13 Mei 2022 berkas Henry Surya dan June Indria sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

" Ya benar berkas Tersangka HS diserahkan ke Kejaksaan. LP terhadap PT Indosurya Inti Finance dan Surya Effendy sedang dalam proses dan segera akan dipanggil para korban untuk di periksa, " kata Direktur Tipideksus Kombes  Pol Whisnu Hermawan.

Sementara itu, Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP, CLA menanggapi positif berita tersebut.

 "Terima kasih Tipideksus, Direktur beserta jajaran tim penyidik, mereka undang kami ke Bareskrim dan kami saksikan langsung kerja keras mereka. Kami apresiasi, Laporan Polisi Inti Finance pun diproses, harapan kami agar para terlapor Surya Effendy, Natalia Tjandra, Sonia, dkk segera ditahan dan aset piutang sejumlah Rp2 triliun yang diambil Inti Finance dan Rp5,5 triliun yang mengalir ke belasan perusahaan affiliasi segera disita untuk korban yang melapor. Ini akan menjadi prestasi kinerja Tipideksus yang nantinya akan di apresiasi oleh masyarakat Indonesia," kata Alvin.

Setelah sebelumnya LQ Indonesia Lawfirm mengawal Laporan Polisi Koperasi Indosurya, kali ini LQ Indonesia Lawfirm mendapatkan kuasa dari 147 Korban dengan kerugian diatas 800 miliar mempidanakan PT Indosurya Inti Finance yang sudah berubah nama menjadi PT Sarana Majukan Ekonomi Finance Indonesia atas dugaan pidana penggelapan dan pencucian uang.

Adapun, terlapor selain PT Indosurya Inti Finance, juga melaporkan kembali Henry Surya serta Surya Effendy (ayah Henry Surya), Natalia Tjandra (istri Henry Surya) serta belasan "key person" lainnya yang diduga terlibat secara aktif sehingga pencucian uang ini bisa terwujud melalui LP No B/0204/IV/2022/SPKT/Bareskrim Polri.

Adapun LP Indosurya IntiFinance bertujuan selain agar para pelaku pencucian uang yang  belum ditahan di LP Koperasi Indosurya dapat di tahan di LP PT Indosurya Inti Finance dan aset-aset yang ada milik Surya Effendy yang belum di sita dalam LP koperasi Indosurya akan dapat disita di LP Indosurya Inti Finance. Serta yang diminta oleh para korban yang melaporkan Indosurya Inti Finance adalah piutang senilai total Rp7.5 triliun rupiah agar di sita melalui Laporan Polisi PT Indosurya Inti Finance dan Surya Effendy.

Aset  Rp7,5 triliun ini nantinya diharapkan dapat dikembalikan kepada para korban LQ yang melapor, melalui putusan pengadilan.

Lebih lanjut Alvin Lim menjelaskan bahwa Kapolri sangat responsif dan memberi perhatian agar penegakan hukum di Indonesia dapat berjalan sesuai hukum dan berkeadilan.

 "Terima kasih kepada Kapolri Bapak Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kadiv Propam Ferdy Sambo, Karo Paminal Hendra Kurniawan dan Karowasidik Iwan Kurniawan yang sudah mau berkomunikasi dan memfasilitasi tim LQ Indonesia Lawfirm dan menemui para korban agar penegakan hukum investasi bodong dapat berjalan," katanya.

LQ selaku kuasa hukum 3000 lebih masyarakat korban investasi bodong, berikan apresiasi atas perubahan hukum dan perwujudan Polri presisi dalam penanganan kasus. Penipuan skema ponzi, adalah musuh masyarakat apalagi tipideksus dalam beberapa bulan terakhir kerja lembur karena jatuhnya banyak perusahaan penipuan Robot trading.

Masyarakat meminta agar para pelaku kriminal serta aset-aset mereka disita untuk para korban dan dimiskinkan sesuai amanah TPPU," ucapnya.

Sesuai amanah Presiden Jokowi agar investasi bodong dibasmi, LQ menghimbau agar para korban punya keberanian melapor ke hotline LQ di 0818-0489-0999 untuk konsultasi gratis dan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Jika tidak melapor maka jangan harap ada perbaikan dan penindakan. ***

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X