• Minggu, 26 Juni 2022

Ribuan Narapidana Seluruh Indonesia Peroleh Remisi Hari Raya Waisak 2022

- Senin, 16 Mei 2022 | 12:00 WIB
Remisi Hari Raya Waisak.
Remisi Hari Raya Waisak.

SUARAKARYA.ID: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan remisi khusus untuk narapidana beragama Buddha di seluruh Indonesia bertepatan Hari Raya Waisak 2022. Dari sebanyak 1.245 narapidana menerima remisi khusus I atau pengurangan sebagian. Rinciannya, 116 narapidana menerima remisi 15 hari, 768 narapidana mendapat remisi satu bulan, 211 narapidana memperoleh remisi satu bulan 15 hari, dan dua bulan remisi untuk 150 narapidana.

"Pemberian remisi diharapkan dapat memotivasi narapidana untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari," ujar Koordinator Humas dan Protokol Ditjenpas, Rika Aprianti, Senin (16/5/2022).

Dari sekian banyak yang dapat remisi tersebut, tujuh narapidana diantaranya menerima remisi khusus II atau langsung bebas. Rika menjelaskan, remisi diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Diantaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan. Dia juga memastikan hak-hak narapidana, seperti pemberian remisi, asimilasi dan integrasi, layanan kunjungan baik tatap muka maupun online, layanan kesehatan dan lainnya tetap diberikan meski masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Selain itu, pemberian remisi khusus Waisak juga diklaim menghemat anggaran makan narapidana sebesar Rp739 juta. Dengan rincian Rp735 juta dari 1.245 narapidana penerima remisi khusus I dan Rp3,8 juta dari tujuh narapidana penerima Remisi khusus II.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, A.Yuspahruddin mengatakan dari 46 lapas dan rutan yang ada di Jawa Tengah, hanya 13 lapas rutan berhak mendapatkan remisi. Tercatat yang mendapat remisi sebanyak 63 narapidana. "Paling banyak menerima remisi napi kasus narkotika, yakni 56 orang dan selebihnya napi pidana umum. Lapas Kelas IIA Permisan Nusakambangan yang napinya paling banyak mendapatkan remisi, yaitu 19 orang," kata A Yuspahruddin, Senin (16/5/2022).

Dia menyebut para narapidana tidak ada yang mendapatkan remisi khusus II atau langsung bebas. Semua hanya mendapatkan Remisi Khusus I atau pemotongan masa hukuman biasa. "Para napi yang mendapat remisi hanya pengurangan masa pidana antara 15 hari hingga 2 bulan," jelasnya.

Kementerian Hukuman dan HAM Wilayah Sumatera Utara memberikan remisi kepada 257 narapida beragama Budha. Tiga diantaranya langsung bebas. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumut, Erwedi Suprayitno mengatakan, ratusan WBP yang memperoleh remisi khusus Hari Raya Waisak itu merupakan bagian dari 498 orang WBP beragama Budha yang tersebar di Lapas maupun Rutan di Sumut. "Mereka mendapatkan potongan hukuman bervariasi mulai dari 15 hari hingga 2 bulan penjara," ucap Erwedi, Minggu, 15 Mei 2022.

Erwedi menjelaskan bahwa 254 warga binaan memperoleh remisi khusus (RKI) sebagian. Serta 3 orang mendapat remisi khusus (RKII) seluruhnya atau langsung bebas. Hingga tanggal 13 Mei 2022, jumlah seluruh warga binaan di Sumatera Utara berjumlah 35.317 orang. Dengan rinciannya narapidana pria sebanyak 25.507 orang dan narapidana wanita sebanyak 1.177 orang. "Kemudian tahanan pria sebanyak 8.281 orang dan 352 orang tahanan wanita," tutur Erwedi.

Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Riau mengusulkan 79 orang narapidana mendapatkan remisi atau potongan masa hukuman pada Hari Raya Waisak 2566 BE yang akan jatuh pada 16 Mei 2022. Kepala Kanwil Kemenkumham Riau Muhammad Jahari Sitepu menyebutkan, 79 warga binaan yang diusulkan menerima remisi Waisak tersebut, terdiri dari 78 napi dewasa dan 1 orang anak yang menghuni Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Pekanbaru. "Remisi yang diperoleh nanti jumlahnya bervariasi. Ada 6 napi mendapatkan remisi selama 15 hari, 55 napi mendapatkan 1 bulan, 9 napi mendapatkan 1 bulan dan ada juga 9 napi yang mendapatkan 2 bulan remisi," kata Jahari kepada Kompas.com melalui keterangan tertulis, Sabtu (14/5/2022).

Remisi merupakan hak narapidana yang diberikan berdasarkan peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Tujuan pemberian remisi bukan sekedar pengurangan masa pidana. "Remisi merupakan reward atau penghargaan bagi narapidana selama menjalani masa pidana tidak melanggar aturan saat ikut dalam program pembinaan, dan tentu semua sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan," kata Rika. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X