• Kamis, 26 Mei 2022

Tim Penyidik KPK Intensifkan Pendalaman Kasus Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin

- Jumat, 13 Mei 2022 | 19:17 WIB

 

SUARAKARYA.ID: Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) intensif terus  melakukan  pendalaman dan pengusutan  kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor TA 2021. Untuk itu, tim penyidik lembaga antirasuah memanggil enam (6) pejabat Pemkab Bogor, Jumat (13/5/2022), untuk digali keterangannya.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri, mengatakan, keenam pejabat Pemkab Bogor itu dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Bupati Bogor nonaktif, Ade Yasin (AY). "Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan," tutur Ali, Jumat (13/5/2022).

Enam pejabat Pemkab Bogor yang dipanggil adalah Andri Hadian selaku Sekretaris BPKAD Pemkab Bogor, Hanny Lesmanawaty selaku Sub Koordinator Pelaporan Dinas BPKAD Pemkab Bogor, Ruli Fathurahman selaku Kasubbag Penatausahaan Keuangan Setda Pemkab Bogor. Berikutnya, Desirwan selaku Kasie di Dinas Pendidikan Pemkab Bogor, Teuku Mulya selaku Kepala BPKAD Pemkab Bogor, dan Ade Jaya selaku mantan Kepala BPKAD tahun 2019-2011.

Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik  KPK Rabu (27/4/2022) bersama dengan tujuh orang lainnya, yaitu Maulana Adam (MA), Ihsan Ayatullah (IA), Rizki Taufik (RT), Anthon Merdiansyah (ATM) selaku pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat atau Kasub Auditorat Jabar III atau pengendali teknis, Arko Mulawan (AM) selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat atau Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor. Berikutnya  Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK) selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat atau pemeriksa, dan Gerri Ginajar Trie Rahmatullah (GGTR) selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat atau pemeriksa.

Ade Yasin diduga memberikan uang suap kepada para pegawai BPK tersebut agar Pemkab Bogor mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) saat diaudit oleh BPK. Namun salah satu proyek yang diaudit terkait pekerjaan proyek peningkatan Jalan Kandang Roda-Pakan Sari dengan nilai proyek Rp 94,6 miliar dinilai pelaksanaannya diduga tidak sesuai kontrak.

Diduga saat itulah  ada beberapa kali pemberian uang oleh Ade melalui tersangka Ihsan dan Maulana kepada tim pemeriksa. Di antaranya dalam bentuk uang mingguan dengan besaran minimal Rp 10 juta hingga total selama pemeriksaan telah diberikan sekitar sejumlah Rp 1,9 miliar. Dua pekan ditaha KPK, Ade Yasin akan dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya. Putri sulung Ade Yasin, Nadia Husna begitu terpukul atas kasus yang menimpa ibunda tercinta.Dia sedih, terlebih saat momen Hari Raya Idul Fitri 2 Mei 2022 kemarin, Nadia tak ikut serta lebaran bareng ibunda.

September 2020 silam, Nadia Hasna ditinggal wafat ayah tercinta, Yanwar Permadi. Kini sang ibunda ditahan gara-gara terjerat kasus korupsi. Bahkan Ade Yasin terancam hukuman maksimal lima (5) tahun penjara. Mengetahui itu Nadia Hasna pun makin tak kuasa membendung kesedihannya.

Ade Yasin terjaring OTT KPK Rabu (27/4/2022). Tim penindakan KPK melakukan giat operasi tangkap tangan (OTT) sejak Selasa (26/4/2022) malam hingga Rabu (27/4/2022). OTT KPK terhadap Bupati Bogor Ade Yasin terjadi di Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor.***

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X