• Jumat, 20 Mei 2022

Saksi Korban M Kace Bakal Bertatap Muka Dengan Terdakwa Napoleon Bonaparte?

- Jumat, 13 Mei 2022 | 19:16 WIB

 

SUARAKARYA.ID: Saksi korban M Kace bakal menceritakan apa yang telah dilakukan terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte terhadapnya dalam sidang  tatap muka di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Napoleon berjanji  tidak akan mengintimidasi M Kace lagi yang pernah dianiaya hingga dilumuri kotoran manusia. Majelis hakim sendiri meminta agar M Kace dihadirkan sebagai saksi korban dalam sidang pemeriksaan saksi.

"Untuk acara pembuktian majelis hakim minta kepada para penuntut umum menghadirkan saksi korban ya, diutamakan dihadirkan terlebih dahulu sebagaimana ketentuan hukum acara," kata Ketua Majelis Hakim Djumyanto usai pembacaan putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (12/5/2022).

Penasihat  hukum Napoleon, Ahmad Yani, mengaku sepakat menghadirkan M Kace. "Kami berharap kepada penuntut umum menghadirkan saksi korban," kata Ahmad Yani. "Yang lalu sudah berlalu, jadi kita hormati hukum, silakan nanti ketemu dan laksanakan sidang, yakinlah saya pribadi maupun yang lain tidak akan melakukan intimidasi baik secara psikologi, tidak ada, buat apa? Kita lihat fakta saja, ini kan dilihat orang banyak juga, kita lihat," katanya menambahkan.

Selain saksi korban,  persidangan kasus Irjen Napoleon berlanjut untuk pemeriksaan saksi-saksi a charge (memberatkan) dan saksi a de charge atau meringankan serta ahli tentunya untuk mencari kebenaran. Ini terjadi menyusul ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan eksepsi terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte terkait dugaan kasus penganiayaan terhadap M Kece. Usai sidang, perwira tinggi aktif Polri itu sempat menyinggung sosok orang munafik sambil menunjukkan tangan terborgol. "Buat orang-orang yang munafik, kapal selam dan cemen ini hasil kerjamu ya, puas," ujar Irjen Napoleon Bonaparte di PN Jakarta Selatan, Kamis (12/5/2022).

Napoleon tak menjelaskan secara rinci siapa sosok orang munafik yang disebutnya, termasuk saat ditanya oleh awak media. Hanya, Napoleon menyebutkan kalau orang munafik yang dimaksud sudah mengetahui hal tersebut. "Yang bersangkutan sudah tahu," tuturnya.

Pada sidang Kamis (12/5/2022), majelis hakim PN Jakarta Selatan membacakan putusan sela atas keberatan terdakwa Bapoleon Bonaparte pada dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Majelis hakim menolak nota keberatan tersebut dan meminta JPU untuk tetap melanjutkan perkara tersebut. "Mengadili, satu menolak eksepsi atau keberatan penasihat hukum terdakwa untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim Djuyamto di persidangan.

Dalam surat dakwaan jaksa disebutkan bahwa Napoleon melakukan perbuatan itu bersama-sama dengan Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, dan Harmeniko alias Choky alias Pak RT. Tuntutan untuk tiap terdakwa itu dilakukan secara terpisah.

Napoleon didakwa dengan Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP atau Pasal 170 ayat (1) atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan Pasal 351 ayat (1) KUHP, yang ancaman hukumanmaksimalnya tujuh tahun penjara.***

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Majelis Hakim Tolak Gugatan Majalah Keadilan

Kamis, 19 Mei 2022 | 03:53 WIB
X