• Kamis, 30 Juni 2022

Kasus Delapan Tersangka Kasus Korupsi LPEI Segera Disidangkan Di Pengadilan Tipikor

- Jumat, 29 April 2022 | 17:45 WIB

 

SUARAKARYA.ID: Kasus dugaan korupsi terkait penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Tahun 2013–2019 bakal segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Kepastian itu diperoleh setelah berkas delapan tesangka kasus dugaan tindak korupsi LPEI Tahun 2013–2019 diserahkan oleh penyidik Kejaksaan Agung kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU selanjutnya tinggal menyusun surat dakwaan untuk dilimpahkan ke pengadilan. Berikutnya Ketua PN Jakarta Pusat menunjuk majelis hakim yang akan menangani sampai akhirnya dibuat penetapan hari sidang perdananya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Dr Ketut Sumedana, di Jakarta, Kamis (28/4/2022), membenarkan bahwa  penyidik melimpahkan berkas ke-8 tersangka dan barang bukti (tahap II) kepada Tim JPU Pidsus Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri (Kejari)  Jakarta Selatan pada Selasa (26/4) di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejagung.

Ke-8 tersangka yang akan segera duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Jakarta itu masing-masing pemilik (owner) Johan Darsono Grup, Johan Darsono (JD); Direktur PT Jasa Mulia Indonesia, PT Mulia Walet Indonsia, dan PT Borneo Walet Indonesia, Suyono (S); dan Direktur Pelaksana III LEPI 2016, Arif Setiawan (AS). Berikutnya Kepala Divisi Pembiayaan UKM 2015-2019, Ferry Sjaifullah (FS); Kepala Kantor Wilayah LPEI Surakarta 2016, Josef Agus Susanta (JAS); mantan Relationship Manager LPEI 2010–2014 dan mantan Pembiayaan UMKM 2014–2018, PSNM; mantan Kepala Divisi Risiko Bisnis LPEI April 2015–Januari 2019, DSD; dan Direktur Pelaksana UKM dan Asuransi Penjaminan LPEI 2016–2018, IWS.

Tim JPU menahan ke-8 tersangka tersebut selama 20 hari terhitung sejak tanggal 26 April sampai 15 Mei 2022. Tujuh tersangka ditahan di Rumah Tahan (Rutan) Negara Salemba Cabang Kejagung. “Tersangka IWS dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” kata Ketut.

Penyidik Kejaksaan Agung mempersalahkan ke-8 orang tersangka dengan sangkaan melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang (UU) No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junco Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP (primer). Sedangkan subsidiair melanggar Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Khusus untuk tersangka Johan Darsono dan Suyono juga dikenakan pidana tambahan dan diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 3 dan Pasal 4 UU Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), yang memungkinkan aset atau hartanya yang diduga dari hasil kejahatan disita kemudian dirampas untuk negara.***

 

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KKB Kembali Tembak Warga Sipil Di Papua

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:08 WIB
X