• Selasa, 28 Juni 2022

Ketua BPK Isma Yatun: Kami Akan Proses Semua Terlibat Tindak Kejahatan

- Kamis, 28 April 2022 | 20:22 WIB

 

SUARAKARYA.ID: Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Isma Yatun menegaskan bahwa institusinya mendukung sepenuhnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengusutan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan anggota BPK di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

"BPK mendukung penuh upaya KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia," ujar Isma Yatun, Kamis (28/4/2022) dini hari dalam live streaming akun YouTube KPK. Tentu saja termasuk yang saat ini ditangani KPK melibatkan empat anak buahnya.

Isma Yatun mengungkapkan, BPK dan KPK selalu bersinergi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, akuntabel, menjadi garda terdepan melawan korupsi di negara ini. "Kami mendukung setiap upaya penegakan integritas, independensi dan profesionalisme. Kami telah berkoordinasi dengan KPK terkait peristiwa ini sehingga memberikan efek jera kepada siapa yang melanggar nilai dasar tersebut," kata Isma Yatun.

Dia mengaku merasa sangat prihatin dengan kondisi terkini yang turut melibatkan pegawai BPK. "Ini pukulan berat dan sebagai advance warning untuk institusi kami," kata Isma Yatun.

Dia mengakui dan menyadari bahwa langkah untuk memerangi pemberantasan korupsi membutuhkan dukungan semua pihak. BPK akan terus berupaya menjaga nilai-nilai yang menjadi dasar keberadaan institusinya. "Kami berkomitmen untuk mewujudkan nilai-nilai dasar BPK, yakni integritas, independensi dan profesionalisme dalam menjadi landasan insitusi dan dilakukan pegawai BPK di mana pun," tutur Isma Yatun.

Apa yang dikemukakan Isma Yatun betul-betul diharapkan menjadi kenyataan oleh semua pihak. Namun kenyataannya di lapangan tidak selalu demikian. Selain terkait sejumlah pegawai BPK yang terlibat kasus suap laporan keuangan Pemkab Bogor - Isma Yatun telah memberikan sanksi penonaktifan dan akan dibawa dalam majelis kode etik untuk pemberian sanksi lebih berat berdasarkan perkembangan kasus yang disampaikan KPK – ada lagi pegawai BPK terlibat kasus hampir sama di Bekasi. Bahkan kasusnya masih dalam penanganan Kejati Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui Kejaksaan Negeri Bekasi menangkap tangkap dua aparatur sipil negara (ASN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat berinisial APS dan F. Keduanya ditangkap di kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bekasi atas dugaan tindak pidana pemerasan. "Diduga menyalahgunakan kekuasaannya dengan melakukan pemerasan," kata Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, Ricky Setiawan Anas, Kamis (31/3/2022).

Penangkapan ini bermula saat korban melaporkan adanya tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh kedua oknum BPK Provinsi Jawa Barat tersebut. Saat itu, APS yang merupakan Ketua Tim Audit dan HF yang merupakan anggota tim audik BPK tengah memeriksa laporan keuangan di BPKD Kabupaten Bekasi. Kedua pegawai BPK Jawa Barat ini bertugas selama 30 hari di BPKD Kabupaten Bekasi.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KKB Kembali Tembak Warga Sipil Di Papua

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:08 WIB
X