• Minggu, 26 Juni 2022

Ade Munawaroh Yasin Bernasib Sama Dengan Kakaknya Rachmat Yasin?

- Kamis, 28 April 2022 | 20:20 WIB

SUARAKARYA.ID: Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK kaitan pemberian  suap pada Selasa (26/4/2022) malam, ternyata bernasib sama dengan kakak kandungnya, Rachmat Yasin. Rachmat Yasin yang kala itu menjabat sebagai Bupati Bogor juga terjerat operasi senyap KPK.

Bupati Bogor Ade Yasin bersama tujuh anak buahnya dan empat pegawai BPK perwakilan Jawa Barat berusaha pengkondisian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Mereka kemudian melakukan persekongkolan jahat atau pengaturan hasil pemeriksaan.

“Berawal sekitar Januari 2022, diduga ada kesepakatan pemberian sejumlah uang antara HNRK dengan IA dan MA dengan tujuan mengkondisikan susunan Tim audit interim,” ungkap Ketua KPK Firli Bahuri, Kamis (28/4/2022).

Namun saat jalannya proses pemeriksaan awal ditemukan adanya kejanggalan dalam proyek pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor yakni peningkatan jalan Kandang Roda-Pakansari dengan nilai proyek Rp94,6 miliar yang pelaksanaannya diduga tidak sesuai dengan kontrak/bestek.

Bupati Bogor AY, kata Firli mendapatkan laporan dari IA selaku Kasubid Kas Daerah BPKAD Bogor bahwa laporan keuangan Pemkab Bogor jelek dan jika diaudit BPK Perwakilan Jawa Barat akan berakibat opini disclaimer. “Selanjutnya AY merespon dengan mengatakan 'diusahakan agar WTP',” ungkap Firli.

Berangkat dari situ kemudian IA dan MA menyuap pegawai BPK Jawa Barat ATM dengan uang muka Rp 100 juta. Setelah mendapatkan uang, ATM kemudian mengkondisikan  susunan Tim pemeriksa sesuai dengan permintaan IA di mana nantinya obyek audit hanya untuk SKPD tertentu. “Selama proses audit, diduga ada beberapa kali pemberian uang kembali oleh AY melalui IA dan MA pada Tim Pemeriksa diantaranya dalam bentuk uang mingguan dengan besaran minimal Rp10 juta hingga total selama pemeriksaan telah diberikan sekitar sejumlah Rp1,9 miliar,” demikian Firli.

Oleh sebab itu, penyidik KPK bakal melakukan pendalaman lebih lanjut terkait dengan proyek peningkatan jalan Kandang Roda-Pakansari Bogor yang dinilai janggal. “Temuan fakta Tim Audit ada di Dinas PUPR, salah satunya pekerjaan proyek peningkatan jalan Kandang Roda–Pakansari dengan nilai proyek Rp94,6 miliar yang pelaksanaannya diduga tidak sesuai dengan kontrak,” kata Firli Bahuri kemudian menambahkan bahwa temuan itu kemudian oleh anak buah Bupati Bogor dikatakan bakal berakibat opini disclaimer dari BPK. “Karena itu saya kira, kita tidak akan pernah berhenti sampai di sini saja. Tentu tadi saya sampaikan masih perlu pendalaman terkait dengan berbagai pekerjaan,” Firli menambahkan.***

 

 

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

X