• Kamis, 30 Juni 2022

Tim Tabur Tangkap Dua Terpidana Buron Di Dua Tempat Persembunyian

- Minggu, 24 April 2022 | 21:47 WIB

SUARAKARYA.ID: Ada saja tersangka, terdakwa dan atau terpidana buronan ditangkapi tim Tangkap Buron (Tabur). Kejaksaan Agung sendiri memang terus menginfo, memantau, mengintai keberadaan para buronan  bersembunyi.

Berkat kekonsistenan menghentikan pelarian buronan itu pula tim Tabur Kejaksaan Agung akhirnya menangkap buronan kasus penipuan Stanly Kopalit di Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (23/4/2022). "Buronan terpidana Stanly Kopalit telah melakukan penipuan dengan berjanji akan menyelesaikan pengerjaan satu unit rumah milik korban HL seharga Rp240.000.000 pada pertengahan Oktober 2019 waktu yang telah disepakati," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana, Sabtu (23/4/2022).

Jubir Kejaksaan Agung itu mengingkapkan, hingga waktu yang disepakati, terpidana tidak pernah mengerjakan pembuatan rumah yang dijanjikannya. Padahal korban sudah melakukan pembayaran total keseluruhan Rp227.500.000. "Dalam hal ini, kami menjalankan perintah pengadilan. Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Makale Nomor: 82/Pid.B/2021/PN Mak. tanggal 07 Oktober 2021, terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dalam dakwaan kedua Pasal 378 KUHP," tutur Ketut. Oleh karenanya, kata Ketut, terpidana dijatuhi pidana penjara selama tiga tahun enam bulan.

Terpidana diamankan karena tidak pernah beritikad baik atas pemberitahuan dan pemanggilan patut sebanyak tiga kali yang dikirimkan oleh jaksa eksekutor ke alamat terpidana sesuai KTP untuk segera datang menghadap jaksa eksekutor di Cabang Kejaksaan Negeri Tana Toraja di Rantepao sesuai hari dan tanggal yang tertera dalam surat tersebut. Panggilan tersebut tidak pernah digubris terpidana sehingga tidak pernah menghadiri eksekusi.

Selain itu, nomor ponsel yang digunakan oleh terpidana tidak dapat lagi dihubungi dan terpidana tak diketemukan keberadaannya di rumah tinggalnya. "Oleh karena itu, terpidana dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sampai akhirnya dapat dibekuk di tempat persembunyiannya.

Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Aru juga menangkap terpidana  korupsi  penyalahgunaan dana PNPM Mandiri Pedesaan tahun anggaran 2011 dan  tahun anggaran 2012 Kecamatan Aru Utara sebesar Rp1.520.739.032 atau Rp1,5 miliar lebih.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Aru Parada Situmorang sebagaimana siaran pers Puspenkum Kejaksaan Agung, membenarkan pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap terpidana Sahabudin Belsigaway Alias Udin terkait perkara korupsi penyalahgunaan dana PNPM Mandiri Pedesaaan Tahun 2011 hingga 2012. "Ditangkap di Desa Marlasi Kecamatan Aru Utara, Sabtu (23/4/2022),” kata Parada Situmorang, Sabtu ( 23/4/2022 ).

Kajari menyebut penangkapan dilakukan oleh Tim Tabur Kejari Kepulauan Aru dipimpin oleh Kasi Intel Romi Nitisasmito dan  Kasi Pidsus Sesca Taberima serta Kasubsi Pidsus Kadek Asprilla dengan dibantu personil Polres Kep Aru.

Penangkapan tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.1677 K/Pid.Sus/2018 tanggal 19 November 2018. Terpidana terlibat kasus korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut yaitu penyalahgunaan Dana PNPM Mandiri Pedesaan TA.2011 hingga TA.2012 Kecamatan Aru Utara sebesar Rp1.520.739.032. Atas perbuatannya itu,  buronan tersebut dipidana penjara selama 4 tahun denda Rp200.000.000 juta jika tidak dibayar diganti pidana dengan kurungan 3 bulan, uang pengganti Rp96.094.000 jika tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 2 bulan.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KKB Kembali Tembak Warga Sipil Di Papua

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:08 WIB
X